Ahli Pidana di Sidang Pembunuhan Brigadir J: Motif Bisa Ringankan dan Beratkan Hukuman
Senin, 02 Januari 2023 - 11:53 WIB
loading...
Ahli hukum pidana UII Yogyakarta Muhammad Arif Setiawan saat menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brihadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (2/1/2023). FOTO/MPI/ARI SANDITA
A
A
A
JAKARTA - Ahli hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Muhammad Arif Setiawan mengungkapkan pentingnya sebuah motif dalam kasus pidana yang terjadi. Menurutnya, motif ini bisa meringankan atau bahkan memberatkan hukuman bagi pelakunya.
Hal ini disampaikan Muhammad Arif Setiawan saat menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (2/1/2023). Awalnya, pengacara Kuat Ma'ruf menanyakan mengenai hubungan motif dan Pasal 338 dan 340 KUHP.
Pasal 338 berbunyi, "Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun".
Pasal 340 berbunyi, "Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun."
Hal ini disampaikan Muhammad Arif Setiawan saat menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (2/1/2023). Awalnya, pengacara Kuat Ma'ruf menanyakan mengenai hubungan motif dan Pasal 338 dan 340 KUHP.
Pasal 338 berbunyi, "Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun".
Pasal 340 berbunyi, "Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun."
Lihat Juga :