Terpana Paras Cantik Gadis Pujaan, Jenderal TNI Ini Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
Minggu, 01 Januari 2023 - 12:31 WIB
loading...
A
A
A
Gaya pacaran Bibit dan Sri tidak neko-neko. Keduanya lebih banyak bercengkerama di rumah dan makan masakan ibunda Sri Suharti. Ketika mempunyai uang lebih, Bibit baru mengajak Sri keluar berboncengan naik sepeda sore-sore. Makan bakso dan ketupat tahu jadi ritual rutin ketika keluar rumah.
Masa indah pacaran Bibit dan Sri selama dua tahun tiba-tiba harus terhenti. Bibit yang lulus dari AKABRI Darat pada 1972 ditugaskan ke Medan, Sumatera Utara. Surat menjadi satu-satunya media bagi dua sejoli itu untuk berkomunikasi dan melepas rindu. Meski jauh, Bibit dan Sri sama-sama memegang komitmen untuk selalu bersama.
"Kami sama-sama memegang komitmen. Di Medan, saya tidak punya pacar dan tidak pacaran dengan yang lain. Ikatan kami hanya surat. Surat-suratan seminggu sekali," kata mantan Pangkostrad ini.
Tiga tahun menjalani LDR (long distance relationship), Sri lulus SMA. Usianya sudah 19 tahun. Bibit pun memberanikan diri untuk melamarnya. Akhirnya pada Juni 1975 kedua menikah dalam suasana sederhana.
"Jauh dari kemewahan seperti sekarang ini. Maskawinnya saja hanya Al-Qur'an," tutur Sri.
Kehidupan sederhana dijalani Sri saat awal-awal Bibit meniti karier di militer. Namun tahun demi tahun karier Bibit terus menanjak. Ia pernah menjabat sebagai Danyonif 407/Padma Kusuma, lalu promosi menjadi Dandim 0703/Cilacap, Danrem 043/garuda Hitam, Kasdam IV/Diponegoro, Pangdam IV/Diponegoro, Komandan Seskoad, Panglima Kodam Jaya, dan Pangkostrad.
Setelah pensiun, Bibit kemudian terjun ke dunia politik. Ia terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah berpasangan dengan kader PDIP Rustriningsih pada Pilgub 2008. Ia memopulerkan tagline Bali Ndesa Mbangun Desa. Namun langkah Bibit memperpanjang jabatan sebagai Gubernur Jateng pada periode kedua gagal. Ia kalah dari Ganjar Pranowo pada Pilgub Jateng 2013. Kini Bibit Waluyo menikmati masa pensiunnya dengan menjalani aktivitas sosial.
Masa indah pacaran Bibit dan Sri selama dua tahun tiba-tiba harus terhenti. Bibit yang lulus dari AKABRI Darat pada 1972 ditugaskan ke Medan, Sumatera Utara. Surat menjadi satu-satunya media bagi dua sejoli itu untuk berkomunikasi dan melepas rindu. Meski jauh, Bibit dan Sri sama-sama memegang komitmen untuk selalu bersama.
"Kami sama-sama memegang komitmen. Di Medan, saya tidak punya pacar dan tidak pacaran dengan yang lain. Ikatan kami hanya surat. Surat-suratan seminggu sekali," kata mantan Pangkostrad ini.
Tiga tahun menjalani LDR (long distance relationship), Sri lulus SMA. Usianya sudah 19 tahun. Bibit pun memberanikan diri untuk melamarnya. Akhirnya pada Juni 1975 kedua menikah dalam suasana sederhana.
"Jauh dari kemewahan seperti sekarang ini. Maskawinnya saja hanya Al-Qur'an," tutur Sri.
Kehidupan sederhana dijalani Sri saat awal-awal Bibit meniti karier di militer. Namun tahun demi tahun karier Bibit terus menanjak. Ia pernah menjabat sebagai Danyonif 407/Padma Kusuma, lalu promosi menjadi Dandim 0703/Cilacap, Danrem 043/garuda Hitam, Kasdam IV/Diponegoro, Pangdam IV/Diponegoro, Komandan Seskoad, Panglima Kodam Jaya, dan Pangkostrad.
Setelah pensiun, Bibit kemudian terjun ke dunia politik. Ia terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah berpasangan dengan kader PDIP Rustriningsih pada Pilgub 2008. Ia memopulerkan tagline Bali Ndesa Mbangun Desa. Namun langkah Bibit memperpanjang jabatan sebagai Gubernur Jateng pada periode kedua gagal. Ia kalah dari Ganjar Pranowo pada Pilgub Jateng 2013. Kini Bibit Waluyo menikmati masa pensiunnya dengan menjalani aktivitas sosial.
(abd)
Lihat Juga :