Jubir PKB Sebut Sistem Proporsional Tertutup Rusak Demokrasi
Jum'at, 30 Desember 2022 - 17:08 WIB
loading...
Pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan sistematika Pemilihan Umum (Pemilu) di SMP Lazuardi Kamila, Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/9/2022). FOTO/ANTARA/Mohammad Ayudha
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari meminta kepada partai politik dan bakal calon legislatif untuk tidak terburu-buru mencari suara. Pasalnya, saat ini tengah ada gugatan terhadap sistem proporsional terbuka yang tengah berjalan.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Milenial PKB Mikhael Sinaga menyindir dua kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasdem yang menggugat sistem proporsional terbuka. Keduanya adalah Demas Brian Wicaksono yang merupakan pengurus PDIP Cabang Probolinggo, dan Yuwono Pintadi, anggota Partai NasDem.
"Hal seperti ini yang merusak sistem Demokrasi kita, yang sudah membaik malah digugat ke MK supaya semakin mundur," katanya.
Baca juga: PDIP Dukung Pemilu 2024 Gunakan Sistem Proporsional Tertutup
Dengan adanya gugatan ini, Mikhael menilai, keduanya tidak percaya diri. Menurutnya, mereka takut tersaingi oleh kader-kader muda berkualitas dari partai lain.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Milenial PKB Mikhael Sinaga menyindir dua kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasdem yang menggugat sistem proporsional terbuka. Keduanya adalah Demas Brian Wicaksono yang merupakan pengurus PDIP Cabang Probolinggo, dan Yuwono Pintadi, anggota Partai NasDem.
"Hal seperti ini yang merusak sistem Demokrasi kita, yang sudah membaik malah digugat ke MK supaya semakin mundur," katanya.
Baca juga: PDIP Dukung Pemilu 2024 Gunakan Sistem Proporsional Tertutup
Dengan adanya gugatan ini, Mikhael menilai, keduanya tidak percaya diri. Menurutnya, mereka takut tersaingi oleh kader-kader muda berkualitas dari partai lain.
Lihat Juga :