Pernah Ditahan Polisi, Siapa Sangka Jalan Hidup Mengubah Sosok Ini Jadi Jenderal Kopassus
Jum'at, 30 Desember 2022 - 05:56 WIB
loading...
A
A
A
Saat bulan Ramadhan, kakak iparnya Ny Suparto menyuruhnya membeli pisang kepok di pasar. Dengan sigap Sutiyoso pun berangkat dengan menggunakan mobil Land Rover dan memarkirkannya di pinggir jalan. Setelah membeli satu tandan, Sutiyoso kembali ke mobil. Namun saat ingin membuka pintu mobil, kunci yang dikantonginya tidak ada.
Sutiyoso lalu mencari ke sana kemari dan bertanya tanya. Namun tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Karena penasaran, Sutiyoso kemudian mencari hingga ke ujung jalan. Di luar pasar, dia melihat anak muda yang usianya lebih tua darinya dengan gelagat mencurigakan. Sutiyoso kemudian mendekat dan bertanya.
“Kamu bawa mobil gak?” kata Sutiyoso
“Iya, kenapa?” jawab pemuda tersebut.
Namun Sutiyoso tidak percaya sebab pada masa itu tidak banyak orang yang punya mobil. Sutiyoso kemudian mendekat dan mengambil kunci mobilnya dari saku baju pemuda tersebut.
“Ini kunci siapa?” tanya Sutiyoso lagi
“Ya udah, ambil aja,” jawab pemuda itu lagi.
“Kenapa kamu tadi saya tanya gak ngaku? Tanya Sutiyoso kesal.
“Ya sudah, saya tadi dapat dari sana,” jawab si pemuda.
Sutiyoso kemudian meninggalkan pemuda tersebut. Namun baru lima meter, Sutiyoso berpikir mengapa orang salah dibiarkan lepas begitu saja. Seketika naluri berkelahi Sutiyoso meledak. Sutiyoso kemudian berteriak memanggil pemuda tersebut. “Sini kamu” sambil memukul.
Keduanya pun akhirnya terlibat perkelahian. Namun nahas, pemuda tersebut memanggil teman-temannya yang berada di sekitar lokasi. Ternyata pemuda tersebut berdarah Madura, dan kebanyakan para pedagang pasar masih satu suku dengan pemuda tersebut.
Seketika mereka berkerumun. Bahkan beberapa di antaranya membawa pisau. Sutiyoso pun akhirnya dikeroyok puluhan orang. Sutiyoso yang sudah terbiasa berkelahi sudah berpikir akan mati. ”Matilah saya sekarang,” kenang Sutiyoso.
Saat dirinya terdesak, tiba-tiba dua prajurit Marinir datang. Kedatangan dua tentara yang merupakan teman Sutiyoso membuat para pengeroyok bubar dan lari tunggang langgang. Kehadiran kedua temannya itu menyelamatkan nyawa Sutiyoso.
Tetapi bagi Sutiyoso masalah belum selesai, bersama kedua temannya itu dia kembali mendatangi pemuda dan menghajarnya. Akibat kejadian itu, Sutiyoso sempat ditahan polisi. Tetapi hal itu tidak membuatnya jera.
Jadi Jenderal Kopassus dan Gubernur DKI Jakarta
Sutiyoso lalu mencari ke sana kemari dan bertanya tanya. Namun tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Karena penasaran, Sutiyoso kemudian mencari hingga ke ujung jalan. Di luar pasar, dia melihat anak muda yang usianya lebih tua darinya dengan gelagat mencurigakan. Sutiyoso kemudian mendekat dan bertanya.
“Kamu bawa mobil gak?” kata Sutiyoso
“Iya, kenapa?” jawab pemuda tersebut.
Namun Sutiyoso tidak percaya sebab pada masa itu tidak banyak orang yang punya mobil. Sutiyoso kemudian mendekat dan mengambil kunci mobilnya dari saku baju pemuda tersebut.
“Ini kunci siapa?” tanya Sutiyoso lagi
“Ya udah, ambil aja,” jawab pemuda itu lagi.
“Kenapa kamu tadi saya tanya gak ngaku? Tanya Sutiyoso kesal.
“Ya sudah, saya tadi dapat dari sana,” jawab si pemuda.
Sutiyoso kemudian meninggalkan pemuda tersebut. Namun baru lima meter, Sutiyoso berpikir mengapa orang salah dibiarkan lepas begitu saja. Seketika naluri berkelahi Sutiyoso meledak. Sutiyoso kemudian berteriak memanggil pemuda tersebut. “Sini kamu” sambil memukul.
Keduanya pun akhirnya terlibat perkelahian. Namun nahas, pemuda tersebut memanggil teman-temannya yang berada di sekitar lokasi. Ternyata pemuda tersebut berdarah Madura, dan kebanyakan para pedagang pasar masih satu suku dengan pemuda tersebut.
Seketika mereka berkerumun. Bahkan beberapa di antaranya membawa pisau. Sutiyoso pun akhirnya dikeroyok puluhan orang. Sutiyoso yang sudah terbiasa berkelahi sudah berpikir akan mati. ”Matilah saya sekarang,” kenang Sutiyoso.
Saat dirinya terdesak, tiba-tiba dua prajurit Marinir datang. Kedatangan dua tentara yang merupakan teman Sutiyoso membuat para pengeroyok bubar dan lari tunggang langgang. Kehadiran kedua temannya itu menyelamatkan nyawa Sutiyoso.
Tetapi bagi Sutiyoso masalah belum selesai, bersama kedua temannya itu dia kembali mendatangi pemuda dan menghajarnya. Akibat kejadian itu, Sutiyoso sempat ditahan polisi. Tetapi hal itu tidak membuatnya jera.
Jadi Jenderal Kopassus dan Gubernur DKI Jakarta
Lihat Juga :