Wapres: Media di Indonesia Harus Diperjuangkan agar Selamat dari Sakaratul Maut
Rabu, 28 Desember 2022 - 22:09 WIB
loading...
A
A
A
“Mudah-mudahan bisa berbenah kita. Barangkali itu, agar kita tak sakaratul maut agar kita bisa menjadi hayatan thayyiban,” tandas Wapres.
Sementara pada kesempatan itu hadir juga pemimpin redaksi KORAN SINDO yang juga sebagai Ketua Bidang Media Berkelanjutan Forum Pemred Pung Purwanto. Pada kesempatan itu, Pung mengharapkan agar ekosistem media di Indonesia dibangun dengan baik sehingga bisa berdampak baik kepada kehidupan masyarakat.
“Sudah banyak disampaikan oleh teman-teman semua tadi, intinya adalah kita ingin ekosistem ini bisa dikelola dengan baik, karena ekosistem tidak mungkin dibangun oleh media itu sendiri,” kata Pung yang hadir dalam kesempatan itu.
Selain itu, Pung mengatakan jika meminjam istilah radikalisme, bahwa radikalisme informasi itu lebih dahsyat karena korbannya jika salah paham. “Jadi karena dampaknya juga kepada kehidupan masyarakat bahkan secara keseluruhan. Artinya kalau kita meminjam istilah radikalisme sebenarnya radikalisme di informasi itu lebih dahsyat daripada radikalisme yang menyebabkan terorisme karena korbannya kalau salah paham itu tidak cukup 15 hari Pak, sulit untuk dijelaskan kalau kita salah paham,” katanya.
“Makanya akan sangat baik kalau memang pemerintah segera melakukan tindakan yang kita sudah punya usulan bagaimana nanti terobosan hukum seperti apa sehingga aturan itu bisa dilaksanakan,” tandas Pung.
Sementara pada kesempatan itu hadir juga pemimpin redaksi KORAN SINDO yang juga sebagai Ketua Bidang Media Berkelanjutan Forum Pemred Pung Purwanto. Pada kesempatan itu, Pung mengharapkan agar ekosistem media di Indonesia dibangun dengan baik sehingga bisa berdampak baik kepada kehidupan masyarakat.
“Sudah banyak disampaikan oleh teman-teman semua tadi, intinya adalah kita ingin ekosistem ini bisa dikelola dengan baik, karena ekosistem tidak mungkin dibangun oleh media itu sendiri,” kata Pung yang hadir dalam kesempatan itu.
Selain itu, Pung mengatakan jika meminjam istilah radikalisme, bahwa radikalisme informasi itu lebih dahsyat karena korbannya jika salah paham. “Jadi karena dampaknya juga kepada kehidupan masyarakat bahkan secara keseluruhan. Artinya kalau kita meminjam istilah radikalisme sebenarnya radikalisme di informasi itu lebih dahsyat daripada radikalisme yang menyebabkan terorisme karena korbannya kalau salah paham itu tidak cukup 15 hari Pak, sulit untuk dijelaskan kalau kita salah paham,” katanya.
“Makanya akan sangat baik kalau memang pemerintah segera melakukan tindakan yang kita sudah punya usulan bagaimana nanti terobosan hukum seperti apa sehingga aturan itu bisa dilaksanakan,” tandas Pung.
(rca)
Lihat Juga :