Angka Corona Terus Naik, Pemerintah Diingatkan Hati-hati dengan Pelonggaran
Minggu, 12 Juli 2020 - 08:18 WIB
loading...
Dewan Pakar IAKMI, Hermawan Syaputra mengingatkan, pemerintah untuk berhati-hati dalam memberikan kelonggaran terkait pandemi virus Corona (Covid-19). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Syaputra mengingatkan, pemerintah untuk berhati-hati dalam memberikan kelonggaran terkait pandemi virus Corona (Covid-19).
Kata Hermawan, berdasarkan data saat ini, kasus virus corona masih terus menunjukkan peningkatan yang berarti masih jauh dari puncak pandemi virus Corona. (Baca juga: Bertambah 1.671 Kasus, Total 74.018 Orang di Indonesia Positif Covid-19)
"Oleh karena itu memang pemerintah sejak awal kami sampaikan harus hati-hati dalam memberikan kelonggaran semua sektor aktivitas, apalagi sektor yang tidak berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti pariwisata, termasuk aktivitas indoor seperti mall, tempat karaoke, restoran, bar dan lainnya," kata Hermawan, Minggu (12/7/2020).
Menurut Hermawan, pembatasan sosial yang saat ini dilaksanakan cenderung longgar. Banyak tempat yang bukan menjadi prioritas justru dibuka, hal tersebut berpotensi meningkatkan kasus baru.
Kecuali tambah Hermawan, tempat tempat tersebut memang menyangkut dengan kebutuhan dasar masyarakat seperti pasar dengan catatan memperhatikan perkembangan kasus.
Kata Hermawan, berdasarkan data saat ini, kasus virus corona masih terus menunjukkan peningkatan yang berarti masih jauh dari puncak pandemi virus Corona. (Baca juga: Bertambah 1.671 Kasus, Total 74.018 Orang di Indonesia Positif Covid-19)
"Oleh karena itu memang pemerintah sejak awal kami sampaikan harus hati-hati dalam memberikan kelonggaran semua sektor aktivitas, apalagi sektor yang tidak berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti pariwisata, termasuk aktivitas indoor seperti mall, tempat karaoke, restoran, bar dan lainnya," kata Hermawan, Minggu (12/7/2020).
Menurut Hermawan, pembatasan sosial yang saat ini dilaksanakan cenderung longgar. Banyak tempat yang bukan menjadi prioritas justru dibuka, hal tersebut berpotensi meningkatkan kasus baru.
Kecuali tambah Hermawan, tempat tempat tersebut memang menyangkut dengan kebutuhan dasar masyarakat seperti pasar dengan catatan memperhatikan perkembangan kasus.
Lihat Juga :