Partai Ummat Sebut Ada Oknum Parpol yang Coba Jegal Verifikasi Faktual di Sulut
Senin, 26 Desember 2022 - 23:21 WIB
loading...
Partai Ummat mengungkapkan ada oknum parpol yang berupaya menggagalkan Partai Ummat lolos dalam tahap verifikasi faktual di Sulut. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Partai Ummat dinyatakan lolos verifikasi administrasi ulang calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di dua provinsi yakni Sulawesi Utara (Sulut) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kini, partai besutan Amien Rais tersebut memasuki tahap verifikasi faktual sebelum resmi ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2024 .
Meskipun demikian, Partai Ummat kembali mencium upaya kecurangan. "Partai Ummat mengecam upaya-upaya yang dilakukan oleh salah satu partai yang terus mencoba menggagalkan proses verifikasi faktual ulang Partai Ummat di Sulawesi Utara setelah tercapainya kesepakatan melalui mediasi," ujar Humas Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya, Senin (26/12/2022).
Dia mengatakan berdasarkan informasi pengurus dan kader terdapat upaya penjegalan yang dilakukan oleh oknum salah satu partai dalam verifikasi faktual yang sedang dijalani Partai Ummat.
Baca juga: Partai Ummat Lolos Verifikasi Administrasi Ulang di Sulut dan NTT
"Kami mendapatkan laporan bahwa kader-kader salah satu partai tertentu begitu getol terus-menerus mengganggu jalannya verifikasi faktual." ucap Mustofa.
Meskipun demikian, Partai Ummat kembali mencium upaya kecurangan. "Partai Ummat mengecam upaya-upaya yang dilakukan oleh salah satu partai yang terus mencoba menggagalkan proses verifikasi faktual ulang Partai Ummat di Sulawesi Utara setelah tercapainya kesepakatan melalui mediasi," ujar Humas Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya, Senin (26/12/2022).
Dia mengatakan berdasarkan informasi pengurus dan kader terdapat upaya penjegalan yang dilakukan oleh oknum salah satu partai dalam verifikasi faktual yang sedang dijalani Partai Ummat.
Baca juga: Partai Ummat Lolos Verifikasi Administrasi Ulang di Sulut dan NTT
"Kami mendapatkan laporan bahwa kader-kader salah satu partai tertentu begitu getol terus-menerus mengganggu jalannya verifikasi faktual." ucap Mustofa.
Lihat Juga :