Jokowi Beri Sinyal Reshuffle, Pengamat Beberkan Dampak Politik Depak Nasdem
Senin, 26 Desember 2022 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Menurut mantan Dekan FIKOM IISIP ini, kisruh politik di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf tidak terlihat. Hal ini bisa dinilai dari terjaganya stabilitas politik nasional. Sehingga, tidak ada dasar yang dapat dijadikan acuan untuk melakukan reshuffle kabinet.
Karena itu, kata dia, bila ada reshuflle bisa jadi bertujuan untuk mendepak menteri dari Partai Nasdem. Jika itu tujuannya, bisa saja eskalasi suhu politik akan meningkat. Sebab, Nasdem yang merasa berkeringat menjadikan Jokowi menjadi Presiden akan gerah karena di depak tanpa dasar.
"Bahkan bisa saja Jokowi akan dinilai sosok yang lupa kacang akan kulitnya. Tudingan seperti itu tentu tidak mengenakan bagi sosok yang masih mengedepankan etika politik," terang Jamil.
Oleh karena itu, Jamil menambahkan kalau Jokowi akan mendepak menteri dari kabinet, khususnya dari Nasdem, seyogianya ada dasar yang rasional. Baca juga: Jokowi Buka Sinyal Reshuffle Kabinet, Politikus PDIP Singgung 2 Menteri Nasdem
"Hal itu tentu tidak mudah. Semoga Jokowi tidak ceroboh dan mengedepankan politik pragmatis. Hal itu akan menjauhkan Jokowi dari sosok negarawan," tutup Jamil.
Karena itu, kata dia, bila ada reshuflle bisa jadi bertujuan untuk mendepak menteri dari Partai Nasdem. Jika itu tujuannya, bisa saja eskalasi suhu politik akan meningkat. Sebab, Nasdem yang merasa berkeringat menjadikan Jokowi menjadi Presiden akan gerah karena di depak tanpa dasar.
"Bahkan bisa saja Jokowi akan dinilai sosok yang lupa kacang akan kulitnya. Tudingan seperti itu tentu tidak mengenakan bagi sosok yang masih mengedepankan etika politik," terang Jamil.
Oleh karena itu, Jamil menambahkan kalau Jokowi akan mendepak menteri dari kabinet, khususnya dari Nasdem, seyogianya ada dasar yang rasional. Baca juga: Jokowi Buka Sinyal Reshuffle Kabinet, Politikus PDIP Singgung 2 Menteri Nasdem
"Hal itu tentu tidak mudah. Semoga Jokowi tidak ceroboh dan mengedepankan politik pragmatis. Hal itu akan menjauhkan Jokowi dari sosok negarawan," tutup Jamil.
(kri)
Lihat Juga :