Waketum MUI: Hidup Harmonis di Tengah Keberagaman Bagian dari Muamalah
Sabtu, 24 Desember 2022 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Terkait ucapan selamat Natal, kata Marsudi, ada yang berpendapat boleh dan ada pula yang melarangnya. Menurutnya, tidak ada persoalan dalam perbedaan pendapat itu, karena yang penting adalah saling menghormati, menjaga harmonisasi, dan tanpa saling menuntut. "Kita cari rahmahnya (kenyamanan hati) bukan menggali perbedaan dengan mengungkit-ungkit keburukan. Jaga yang baik-baik dalam hidup satu sama lain," katanya.
Kiai Marsudi juga mengingatkan tentang ajaran Nabi Muhammad SAW tentang silaturahmi yang bisa menambah rezeki. Menurutnya, silaturahmi tidak dibatasi oleh agama tertentu.
"Di mana Anda berada, dengan tetangga pun tetap silaturahmi. Apalagi dalam berbangsa, tetaplah menjadi satu, memberi ruang untuk diskusi, saling memaafkan, dan jangan mencari persoalan-persoalan memicu konflik. InsyaAllah, 2024 Indonesia mampu menghadapi berbagai situasi karena tetap bisa bersatu," katanya.
Natal tahun ini merupakan yang pertama pascapandemi Covid-19. MUI mengingatkan bahwa penyakit akan selalu ada, sehingga kewajiban umat adalah menjauhkan diri dari wabah dan penyakit.
"Kita jangan mendekati mudharat, maka jangan salaman dulu jika menyebabkan penularan virus. Menjaga jiwa yang paling utama sebagai umat beragama, dan kesehatan adalah bagian dari menjaga jiwa," katanya.
Kiai Marsudi juga mengingatkan tentang ajaran Nabi Muhammad SAW tentang silaturahmi yang bisa menambah rezeki. Menurutnya, silaturahmi tidak dibatasi oleh agama tertentu.
"Di mana Anda berada, dengan tetangga pun tetap silaturahmi. Apalagi dalam berbangsa, tetaplah menjadi satu, memberi ruang untuk diskusi, saling memaafkan, dan jangan mencari persoalan-persoalan memicu konflik. InsyaAllah, 2024 Indonesia mampu menghadapi berbagai situasi karena tetap bisa bersatu," katanya.
Natal tahun ini merupakan yang pertama pascapandemi Covid-19. MUI mengingatkan bahwa penyakit akan selalu ada, sehingga kewajiban umat adalah menjauhkan diri dari wabah dan penyakit.
"Kita jangan mendekati mudharat, maka jangan salaman dulu jika menyebabkan penularan virus. Menjaga jiwa yang paling utama sebagai umat beragama, dan kesehatan adalah bagian dari menjaga jiwa," katanya.
(abd)
Lihat Juga :