Urgensi Mengelola Sampah Plastik
Jum'at, 23 Desember 2022 - 06:59 WIB
loading...
A
A
A
Rencana pengenaan cukai plastik ini sudah barang tentu mempertimbangkan banyak hal. Termasuk di dalamnya soal lingkungan dan sisi ekonominya. Jika kebijakan cukai ini diterapkan, tidak mustahil ini akan mengerek harga-harga produk di pasaran karena seperti cukai-cukai lainnya, produsen akan membebankan kepada konsumen.
Plastik termasuk sampah yang sulit diuraikan. Bahkan, sebuah kantong plastik disebut-sebut baru bisa terurai antara 10-500 tahun. Adapun kemasan sachet membutuhkan sekitar 50 - 80 tahun supaya bisa terurai di alam. Pun demikian, sampah botol plastik yang memerlukan waktu untuk terurai di atas 400 tahun. Bahkan, untuk jenis plastik styrofoam sama sekali tidak bisa terurai di alam.
Dengan data di atas, maka tidak ada alasan lagi untuk tidak segera membuat langkah strategis dalam pengelolaan sampah plastik. Perlu kebijakan komprehensif dengan mempertimbangkan semua aspek termasuk lingkungan, kesehatan dan ekonomi di dalamnya. Maklum, plastik-plastik ini tidak bisa dilepaskan dari kemasan produk baik itu makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.
Berbagai opsi kebijakan untuk mengatasi sampah plastik harus terus dicari. Selain cukai, pembatasan kantong plastik di supermarket/minimarket, juga harus ada dukungan lain bagi mereka yang berhasil mengelola sampah plastik untuk didaur ulang.
Wacana plastic credit salah satunya. Wacana ini sempat mengemukan pada sebuah diskusi terbatas di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beberapa waktu lalu. Ide yang muncul yakni berupa pemberian kredit tertentu kepada mereka yang berhasil mendaur ulang plastik untuk kemudian dimanfaatkan kembali.
Plastik termasuk sampah yang sulit diuraikan. Bahkan, sebuah kantong plastik disebut-sebut baru bisa terurai antara 10-500 tahun. Adapun kemasan sachet membutuhkan sekitar 50 - 80 tahun supaya bisa terurai di alam. Pun demikian, sampah botol plastik yang memerlukan waktu untuk terurai di atas 400 tahun. Bahkan, untuk jenis plastik styrofoam sama sekali tidak bisa terurai di alam.
Dengan data di atas, maka tidak ada alasan lagi untuk tidak segera membuat langkah strategis dalam pengelolaan sampah plastik. Perlu kebijakan komprehensif dengan mempertimbangkan semua aspek termasuk lingkungan, kesehatan dan ekonomi di dalamnya. Maklum, plastik-plastik ini tidak bisa dilepaskan dari kemasan produk baik itu makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.
Berbagai opsi kebijakan untuk mengatasi sampah plastik harus terus dicari. Selain cukai, pembatasan kantong plastik di supermarket/minimarket, juga harus ada dukungan lain bagi mereka yang berhasil mengelola sampah plastik untuk didaur ulang.
Wacana plastic credit salah satunya. Wacana ini sempat mengemukan pada sebuah diskusi terbatas di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beberapa waktu lalu. Ide yang muncul yakni berupa pemberian kredit tertentu kepada mereka yang berhasil mendaur ulang plastik untuk kemudian dimanfaatkan kembali.
Lihat Juga :