PPKM Akan Dihentikan, Masyarakat Jangan Euforia Berlebihan
Jum'at, 23 Desember 2022 - 00:02 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meyakini rencana pemerintah menghentikan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sudah melalui kajian mendalam. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meyakini rencana pemerintah menghentikan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM ) sudah melalui kajian mendalam. Dia juga meyakini pemerintah sudah mendengar masukan ahli dan melihat fakta di lapangan, termasuk jumlah kasus harian dan fatality rate.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) ini memahami rencana pemerintah tersebut. "Sehingga apa yang Presiden Jokowi rencanakan sudah melalui rencana matang. DPR bisa memahami rencana itu. Tapi ada beberapa catatan agar apa yang direncanakan itu bisa lebih baik lagi," ujar Rahmad, Kamis (22/12/2022).
Kendati demikian, dia menilai gerakan disiplin protokol kesehatan, pola hidup sehat, dan ikut vaksinasi harus tetap digelorakan meski Indonesia menyudahi PPKM. "Meski suasana sudah cukup baik, kita jangan lengah. Jangan sampai kita menganggap Covid-19 tidak berbahaya, sehingga kita tetap melindungi diri dengan protokol kesehatan," tuturnya.
Baca juga: Covid-19 Melandai, Jokowi Buka Kemungkinan Stop PPKM Akhir 2022
Lebih lanjut dia menuturkan bahwa suntikan vaksin dosis ketiga atau booster di Indonesia masih rendah. Padahal di beberapa negara sudah menjalankan suntikan ke empat atau booster kedua.
Maka itu, gerakan vaksinasi Covid-19 dinilai perlu terus disampaikan kepada masyarakat. "Meski langkah pemerintah bisa dipahami, saya kira tetap kita lakukan dengan penuh tanggung jawab. Silakan liburan akhir tahun, tapi tetap protokol kesehatan dan vaksinasi," imbuhnya.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) ini memahami rencana pemerintah tersebut. "Sehingga apa yang Presiden Jokowi rencanakan sudah melalui rencana matang. DPR bisa memahami rencana itu. Tapi ada beberapa catatan agar apa yang direncanakan itu bisa lebih baik lagi," ujar Rahmad, Kamis (22/12/2022).
Kendati demikian, dia menilai gerakan disiplin protokol kesehatan, pola hidup sehat, dan ikut vaksinasi harus tetap digelorakan meski Indonesia menyudahi PPKM. "Meski suasana sudah cukup baik, kita jangan lengah. Jangan sampai kita menganggap Covid-19 tidak berbahaya, sehingga kita tetap melindungi diri dengan protokol kesehatan," tuturnya.
Baca juga: Covid-19 Melandai, Jokowi Buka Kemungkinan Stop PPKM Akhir 2022
Lebih lanjut dia menuturkan bahwa suntikan vaksin dosis ketiga atau booster di Indonesia masih rendah. Padahal di beberapa negara sudah menjalankan suntikan ke empat atau booster kedua.
Maka itu, gerakan vaksinasi Covid-19 dinilai perlu terus disampaikan kepada masyarakat. "Meski langkah pemerintah bisa dipahami, saya kira tetap kita lakukan dengan penuh tanggung jawab. Silakan liburan akhir tahun, tapi tetap protokol kesehatan dan vaksinasi," imbuhnya.
Lihat Juga :