Lemhannas Sebut IKN Butuh Gelar Militer Baru
Rabu, 21 Desember 2022 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
"Pertahanan alutsista IKN kita memang melihat adanya teknologi-teknologi baru yang dikembangkan dalam perang yang terjadi di Ukraina. Yang paling menonjol yang sifatnya aircentric, terutama drone dan rudal yang sudah masuk ke daerah hipersonic," katanya.
Selain itu, Andi juga memberikan perhatian terhadap perang siber yang terjadi secara terus-menerus. "Salah satu yang juga kami perhatikan bagaimana perang cyber terus-menerus berlangsung. Bahkan laporan-laporan yang ada di awal-awal empat bulan pertama perang itu terjadi sinergi antara perang cyber dengan operasi darat atau genetiknya sudah disinergikan," katanya.
Atas dasar itu, dia memprediksi jika nantinya Ibu Kota Indonesia pindah ke IKN, pertempuran pertama akan cenderung ke arah aircentric atau udara. Hal ini menyadarkan Indonesia agar harus bersiap untuk melakukan adopsi sistem pertahanan yang lebih modern karena serangan udara saat ini telah menggunakan teknologi tinggi.
"Kajian kami kira-kira pertempuran pertama di IKN itu cenderung aircentric, pertempuran udara dengan memanfaatkan teknologi-teknologi baru, cenderung hibrid dan pertempuran awal cenderung high tech. Teknologi-teknologi baru ini kami latih terus-menerus untuk kemudian diusulkan diadopsi oleh Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, termasuk penguatan pertahanan IKN ke depan," katanya.
Selain itu, Andi juga memberikan perhatian terhadap perang siber yang terjadi secara terus-menerus. "Salah satu yang juga kami perhatikan bagaimana perang cyber terus-menerus berlangsung. Bahkan laporan-laporan yang ada di awal-awal empat bulan pertama perang itu terjadi sinergi antara perang cyber dengan operasi darat atau genetiknya sudah disinergikan," katanya.
Atas dasar itu, dia memprediksi jika nantinya Ibu Kota Indonesia pindah ke IKN, pertempuran pertama akan cenderung ke arah aircentric atau udara. Hal ini menyadarkan Indonesia agar harus bersiap untuk melakukan adopsi sistem pertahanan yang lebih modern karena serangan udara saat ini telah menggunakan teknologi tinggi.
"Kajian kami kira-kira pertempuran pertama di IKN itu cenderung aircentric, pertempuran udara dengan memanfaatkan teknologi-teknologi baru, cenderung hibrid dan pertempuran awal cenderung high tech. Teknologi-teknologi baru ini kami latih terus-menerus untuk kemudian diusulkan diadopsi oleh Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, termasuk penguatan pertahanan IKN ke depan," katanya.
(abd)
Lihat Juga :