Ngebet Masuk Akmil, Jenderal Kopassus Ini Nekat Jual Sepeda dan Palsukan Tanda Tangan Orang Tua

Selasa, 20 Desember 2022 - 06:11 WIB
loading...
Ngebet Masuk Akmil,...
Letkol Inf Soegito ketika menjadi Komandan Nanggala V Grup 1 Parako Kopassandha menenteng senapan AK-47 ketika menjalani tugas di lapangan. Foto/Buku Letjen (Purn) Soegito, Bakti Seorang Prajurit Stoottroepen
A A A
JAKARTA - Menempuh pendidikan di Akademi Milter (Akmil) merupakan mimpi bagi sebagian besar anak bangsa. Pasalnya, tidak mudah untuk lolos masuk sekolah pendidikan calon perwira TNI Angkatan Darat ini.

Hal itu juga menjadi mimpi Letnan Jenderal (Letjen) Soegito kala itu. Jenderal Kopassus ini memiliki cita-cita mengecap pendidikan di Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang yang diawali dengan nama Militaire Academie (MA) di Yogyakarta itu. Baca juga: 2 Jenderal TNI Lulusan Akmil 1997 Berkarier Moncer, dari Peraih Adhi Makayasa hingga Wadanjen Kopassus

Sebuah kota yang terletak 43 kilometer di sebelah utara Yogya, Magelang dikenal sebagai kota perjuangan dan juga diyakini oleh masyarakat Jawa dengan Gunung Tidar sebagai pakuning dan pusering Tanah Jawa. Di puncak Tidar inilah pada tahun 1945, pemuda pejuang mengorbankan jiwa dan raganya dibantai Ken Pe Tai yang tidak membiarkan para pemuda mengibarkan bendera di puncak Tidar.

Keyakinan kosmik atas keistimewaan Gunung Tidar, yang ditemukan Jenderal Gatot Soebroto, tampaknya turut melatari berdirinya AMN yang kemudian diresmikan pada 11 November 1957 oleh Presiden Soekarno. Demi memaknai Tidar, oleh Gatot Soebroto diberikan arti untuk setiap huruf dari kata Tidar; T berarti tekad, I berarti iktikad, D berarti daya, A berarti akal, dan R berarti rasa.

Karena masih terbatasnya akses publik kepada informasi kala itu, memang akhirnya tidak banyak yang mengetahui keberadaan AMN di Magelang. Secara kebetulan mereka yang tinggal di Pulau Jawa dan lebih khusus lagi di sekitar Jawa Tengah, sedikit mendapat kelebihan informasi dibanding yang berada di luar wilayah itu. Walaupun begitu, tetap saja secara umum AMN masih dianggap "makhluk langka".

Selain faktor kedekatan, sebenarnya informasi soal AMN bisa diperoleh lewat koran. Markas Besar Angkatan Darat kala itu juga sudah cukup sadar publikasi, sehingga pengumuman soal penerimaan taruna juga bisa diperoleh lewat bioskop. Ya tentu hanya bagi mereka yang suka menonton film. Beruntung untuk Soegito muda, ia sejak lama memang suka menonton film di layar lebar.

Ketika itu sudah menjadi kebiasaan di semua gedung bioskop, sebelum film ditayangkan, waktu yang hanya tersedia sedikit dimanfaatkan sebagai media pemberitaan oleh pemerintah. Di situlah Soegito dapat melihat berita penerimaan taruna AMN, Dalam tayangan berdurasi pendek itu, dipertontonkan aktivitas taruna menumpang mobil minibus Mercedes-Benz O-319 saat pesiar ke Borobudur, serta latihan militer yang mereka jalani.

Setelah itu barulah promosi ini dilengkapi dengan pengumuman waktu pembukaan AMN. Meski sudah menontonnya, tetap saja Soegito belum paham sesungguhnya seperti apa pendidikan di AMN itu.

Karena menjadi tentara biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh negara, menjadi pilihan yang paling menarik bagi mantan Pangkostrad ini. Di batinnya sepakat untuk mencari peruntungan dengan menjadi taruna AMN. Dengan informasi yang sangat terbatas itulah, ia dan beberapa temannya di SMA berniat menjadi tentara.

Celakanya, semua proses seleksi untuk masuk ke AMN di Magelang diadakan di Semarang. Proses seleksi berlangsung sebelum ada pengumuman hasil ujian akhir SMA. Bolak-balik ke Semarang tidak hanya menyita waktu tapi juga menguras isi kantong.

Dengan uang saku yang selalu pas-pasan dan kadang kurang, Soegito memang harus bisa mengatur sendiri keuangannya,agar ketika dibutuhkan bisa langsung berangkat ke Semarang. Ketika itu setiap hasil seleksi disampaikan lewat surat, sehingga selalu butuh waktu antara satu seleksi ke seleksi berikutnya.

Karena sering bolak-balik ke Semarang, akhirnya kakaknya jadi tahu apa yang sedang diusahakannya. Tanpa butuh waktu lama, berita itupun dengan cepat sampai di Cilacap. Suatu hari ketika bertandang ke Cilacap untuk meminta restu orang tua, Soegito dipanggil bapaknya. Sambil memberi nasihat dan wejangan layaknya orang tua kepada anaknya, Pak Soeleman lalu menyuruhnya mengambil selembar daun sirih dan gelas diisi air putih.

"Gito, ini daun sirih kamu gulung. Lalu kamu potong tiga kali persis di atas gelasnya," perintah sang bapak kepada anaknya sambil menyodorkan sebuah pisau dikutip dari buku Letjen (Purn) Soegito, Bakti Seorang Prajurit Stoottroepen, Selasa (20/12/2022).

Dengan pikiran polos, Soegito pun menuruti perintah bapaknya. Dalam tiga kali sayatannya, ketiga potongan daun sirih itu ndilalah masuk ke dalam gelas. "Alhamdulilah Gito," ujar si bapak, yang membuat Soegito bengong apa maksudnya.

Tanpa menunggu putranya bertanya lebih jauh, Soeleman pun menjelaskan. "Kamu jadi alat negara, kamu meninggal tidak dalam tugas." Mendengar itu, sang ibu yang duduk tidak terlalu jauh, langsung nyeletuk. "Alah, percaya sama Gusti Allah saja Gito."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pelantikan Perwira TNI-Polri di Istana Pagi Ini
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
10 Akademi Militer Terbaik...
10 Akademi Militer Terbaik di Dunia, West Point Paling Bergengsi
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Berita Terkini
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Infografis
Para Orang Tua Wajib...
Para Orang Tua Wajib Kenali dan Waspadai Gejala-Gejala Campak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved