Komisi I DPR Tak Persoalkan Rencana Pembelian 8 Unit Osprey dari Amerika

Jum'at, 10 Juli 2020 - 18:22 WIB
loading...
Komisi I DPR Tak Persoalkan...
Anggota Komisi I DPR Christina Aryani tidak mempermasalahkan rencana Pemerintah Indonesia membeli delapan unit pesawat militer jenis MV-22 Block C Osprey dari Amerika Serikat.
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Christina Aryani tidak mempermasalahkan rencana Pemerintah Indonesia membeli delapan unit pesawat militer jenis MV-22 Block C Osprey dari Amerika Serikat (AS). Namun, Christina mengingatkan rencana pembelian pesawat militer itu baru diinformasikan oleh otoritas AS. (Baca juga: Soal Pembelian 8 Unit Osprey, DPR: Harga Satuannya Mahal)

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) sendiri menyatakan rencana pembelian itu bukan sesuatu yang final. "Pada prinsipnya kami tidak mempermasalahkan pembelian pesawat atau alutsista dari luar negeri," ujar Christina Aryani kepada SINDOnews, Jumat (10/7/2020). (Baca juga: Nomor 1 di ASEAN, Militer Indonesia Harus Kuat dan Modern)

Karena, lanjut dia, pihaknya juga menginginkan Indonesia memiliki postur pertahanan negara yang kuat, tentunya membutuhkan dukungan sarana prasarana yang mumpuni. "Namun demikian, kami mendorong agar Kemhan mengutamakan pembelian produksi dalam negeri, PT PAL, PINDAD, DI, mengingat selain men-support industri dalam negeri, juga pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Dia mengatakan, pembahasan anggaran Kemhan di Komisi I DPR baru merupakan usulan pagu indikatif. "Yang tentunya akan ditindaklanjuti dalam pembahasan selanjutnya pada masa sidang mendatang pascanota keuangan disampaikan pemerintah," katanya. (Baca juga: Amerika Setujui Penjualan 8 Helikopter Angkut MV-22 Osprey ke Indonesia)

Adapun kontraktor utama yang memproduksi helikopter angkut tersebut adalah Bell Textron Inc dan Boeing Company. Selain membeli delapan MV-22 Block C Osprey, Indonesia juga mengajukan pembelian 24 AE 1107C Rolls Royce Engines, 20 AN/AAQ-27 Forward Looking InfraRed Radars, 20 AN/AAR-47 Missile Warning Systems, dan 20 AN/APR-39 Radar Warning Receivers.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolri Tak Hadir di...
Kapolri Tak Hadir di Rapat Satgas PKH, Jubir: Semua Unsur Tetap Terwakili
Melihat Koleksi Buku...
Melihat Koleksi Buku Presiden Prabowo di Perpustakaan Pribadinya: Sejarah Perang hingga Filsafat
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Prabowo: Banyak yang...
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
B50 Bawa RI Tak Lagi...
B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun
Rekomendasi
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Wasit Piala Dunia 2026...
Wasit Piala Dunia 2026 yang Dicoret FIFA Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Turun Tangan
Berita Terkini
Prabowo Ingatkan Penanganan...
Prabowo Ingatkan Penanganan Sampah Tak Bisa Gunakan Cara-cara Lama
3 Pemimpin Dunia Bertemu...
3 Pemimpin Dunia Bertemu Prabowo dalam Sepekan, Bukti Indonesia Dipercaya Dunia
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Makna Prabowo Minta...
Makna Prabowo Minta Aparatur Introspeksi, Qodari: Tak Ada yang Istimewa di Mata Hukum
Soal Usulan Ambil Alih...
Soal Usulan Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, KPK: Kita Ikuti Dulu Perkembangannya
Inpres Gajah Dinilai...
Inpres Gajah Dinilai Perkuat Perlindungan Habitat, Langkah Menhut Diapresiasi
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved