Balitbang Kemenag Jalankan Catur Program Transformasi Menuju Badan Moderasi Beragama
Selasa, 13 Desember 2022 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jaga Kerukunan, Kemenag Luncurkan Program Masjid Pelopor Moderasi Beragama
Sebagaimana raja dalam catur, seorang pemimpin juga butuh pertahanan. Karena itu dibutuhkan adanya pemetaan dan penataan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga SDM yang tertata meningkatkan kekuatan sebuah lembaga. "Fungsi kita sudah berubah sebagai badan penelitian dan pengembangan. Ini tantangan kita semua," seru Suyitno.
Catur Program yang dimaksud antar lain Transformasi Digital, Kelembagaan, Sarana dan Prasarana; Pemetaan dan Penataan SDM, Penguatan kebijakan Bidang Agama dan Layanan Keagamaan; dan Jamu Zotas alias Jaminan Mutu dan Zona Integritas. "Melalui transformasi ini kami menginginkan ada semacam BMKG di Kemenag yang dapat mantau keberadaan sekaligus mencegah ekstremisme dan terorisme sejak dini,” katanya.
Sementara itu Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag RI M. Arfi Hatim, menyampaikan apresiasi kepada kepala badan dan kepala kampus yang telah berkontribusi konkret dalam memajukan Puslitbang Diklat Kemenag.
"Sumbangsih pemikiran para peneliti dan para ahli dalam kurun waktu 47 tahun salah satunya termaktub dalam buku: Trilogi Kerukunan hingga Moderasi Beragama (1975-2022) yang terbit tahun ini. Buku tersebut berisi produk-produk hasil kajian para peneliti, babon moderasi beragama, serta testimoni dari berbagai pihak untuk meningkatkan layanan keagamaan di Kementerian Agama," sambungnya.
Sebagaimana raja dalam catur, seorang pemimpin juga butuh pertahanan. Karena itu dibutuhkan adanya pemetaan dan penataan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga SDM yang tertata meningkatkan kekuatan sebuah lembaga. "Fungsi kita sudah berubah sebagai badan penelitian dan pengembangan. Ini tantangan kita semua," seru Suyitno.
Catur Program yang dimaksud antar lain Transformasi Digital, Kelembagaan, Sarana dan Prasarana; Pemetaan dan Penataan SDM, Penguatan kebijakan Bidang Agama dan Layanan Keagamaan; dan Jamu Zotas alias Jaminan Mutu dan Zona Integritas. "Melalui transformasi ini kami menginginkan ada semacam BMKG di Kemenag yang dapat mantau keberadaan sekaligus mencegah ekstremisme dan terorisme sejak dini,” katanya.
Sementara itu Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag RI M. Arfi Hatim, menyampaikan apresiasi kepada kepala badan dan kepala kampus yang telah berkontribusi konkret dalam memajukan Puslitbang Diklat Kemenag.
"Sumbangsih pemikiran para peneliti dan para ahli dalam kurun waktu 47 tahun salah satunya termaktub dalam buku: Trilogi Kerukunan hingga Moderasi Beragama (1975-2022) yang terbit tahun ini. Buku tersebut berisi produk-produk hasil kajian para peneliti, babon moderasi beragama, serta testimoni dari berbagai pihak untuk meningkatkan layanan keagamaan di Kementerian Agama," sambungnya.
(cip)
Lihat Juga :