Usai Status Turun Level III, Semeru Erupsi dengan Tinggi Kolom Letusan 700 Meter

Sabtu, 10 Desember 2022 - 08:24 WIB
loading...
Usai Status Turun Level III, Semeru Erupsi dengan Tinggi Kolom Letusan 700 Meter
PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Semeru erupsi lagi. Tinggi kolom letusan 700 meter di atas puncak. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Semeru kembali erupsi pagi ini. Tinggi kolom letusan 700 meter di atas puncak.

Erupsi Semeru terjadi pada pukul 05:53 WIB Sabtu (10/12/2022). Erupsi ini terjadi setelah PVMBG Badan Geologi ESDM menurunkan statusnya menjadi siaga atau level III.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu, 10 Desember 2022, pukul 05:53 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut)," ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto lewat laman resmi PVMBG, Kamis (10/12/2022).

Baca juga: Temuan Mengejutkan Usai Gunung Semeru Meletus

Liswanto mengatakan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. "Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," katanya.

Sementara itu, saat ini masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ucap Liswanto.

Baca juga: Gunung Semeru Keluarkan Asap Hitam, Begini Penjelasannya

Selain itu, Liswanto mengatakan, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

"Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," imbaunya.

Diketahui, sejak 4 Desember 2022 lalu status Gunung Semeru menjadi awas atau level IV. Dan, kemarin per 9 Desember 2022 status Gunung Semeru diturunkan menjadi siaga atau level III.

"Penurunan status ini mulai berlaku terhitung menjadi siaga terhitung sejak tanggal 9 Desember 2022 pukul 12.00 WIB," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid.
(maf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2914 seconds (11.210#12.26)