Bamsoet Wacanakan Penundaan Pemilu 2024, Publik Curiga Ada Upaya Sistematis
Sabtu, 10 Desember 2022 - 06:14 WIB
loading...
Wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024 yang digulirkan Ketua MPR Bambang Soesatyo, membuat publik curiga ada upaya sistematis. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024 yang digulirkan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), membuat publik curiga ada upaya sistematis untuk menghidupkan wacana tersebut. Pandangan ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR, Irwan.
"Banyak kelompok masyarakat mencurigai adanya upaya sistematis akhir-akhir ini dari elemen-elemen kekuasaan untuk melanjutkan masa jabatan Presiden dengan berupaya menunda Pemilu atau memperpanjang masa jabatan Presiden," kata Irwan kepada wartawan, Jumat (9/12/2022).
Baca juga: Isu Pemilu 2024 Diundur, Demokrat: Jangan Rampas Hak Konstitusional Rakyat
Menurut pria yang akrab disapa Irwan Fecho itu, upaya ini jelas sekali sebagai upaya sistematis guna mengembalikan kekuasaan otoriter. Dia menilai bahwa upaya ini terang-terangan untuk mengkhianati konsensus reformasi.
Ketua DPD Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim) ini menyarankan, agar para elite sebaiknya menghentikan rencana dan wacana yang dinilainya jahat, karena menggerogoti semangat demokrasi.
"Sebaiknya para penghamba kekuasaan menghentikan rencana jahat menggerogoti demokrasi Indonesia tercinta ini," sarannya.
Baca juga: Soal Isu Pemilu 2024 Ditunda, PPP: Tak Ada Wacana Amendemen Konstitusi
"Banyak kelompok masyarakat mencurigai adanya upaya sistematis akhir-akhir ini dari elemen-elemen kekuasaan untuk melanjutkan masa jabatan Presiden dengan berupaya menunda Pemilu atau memperpanjang masa jabatan Presiden," kata Irwan kepada wartawan, Jumat (9/12/2022).
Baca juga: Isu Pemilu 2024 Diundur, Demokrat: Jangan Rampas Hak Konstitusional Rakyat
Menurut pria yang akrab disapa Irwan Fecho itu, upaya ini jelas sekali sebagai upaya sistematis guna mengembalikan kekuasaan otoriter. Dia menilai bahwa upaya ini terang-terangan untuk mengkhianati konsensus reformasi.
Ketua DPD Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim) ini menyarankan, agar para elite sebaiknya menghentikan rencana dan wacana yang dinilainya jahat, karena menggerogoti semangat demokrasi.
"Sebaiknya para penghamba kekuasaan menghentikan rencana jahat menggerogoti demokrasi Indonesia tercinta ini," sarannya.
Baca juga: Soal Isu Pemilu 2024 Ditunda, PPP: Tak Ada Wacana Amendemen Konstitusi
Lihat Juga :