Roebiono Kertopati, Sosok Jenderal Bintang 2 di Balik Lahirnya BSSN
Rabu, 07 Desember 2022 - 05:56 WIB
loading...
A
A
A
Ketentuan mengenai kedudukan, tugas, dan fungsi; organisasi; tata kerja; hingga pendanaan BSSN diatur dalam Perpres tersebut. Nah, dibalik lahirnya BSSN, ada peran Roebiono Kertopati yang dikenal sebagai Bapak Persandian Indonesia.
Baca: Marak Peretasan Data, Anggaran Keamanan Siber BSSN 2023 Hanya Rp217 Miliar
Dilansir dari laman resmi Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat (AD), disebutkan bahwa tidak ada seorang pun pribumi yang dipercaya untuk melaksanakan tugas di bidang persandian pada zaman pendudukan kolonial Belanda. Pada 4 April 1946, Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin menugaskan dr. Roebiono Kertopati untuk mendirikan sebuah badan pemberitaan rahasia bagi kepentingan pemerintahan, sekaligus merangkap sebagai pimpinannya.
Saat itu, dr. Roebiono Kertopati bekerja sebagai dokter di Kementerian Pertahanan Bagian-B (intelijen). Penugasan yang diberikan Amir Sjarifuddin kepada Roebiono Kertopati itu ketika di tengah-tengah bergejolaknya revolusi fisik pesta kemerdekaan.
Roebiono yang bertumpu pada integritas pengabdian, nasionalisme, daya penalaran dan dilandasi semangat juang yang pantang menyerah kala itu beserta anak buahnya merintis persandian Republik Indonesia. Tenaga-tenaga barn direkrut dan diseleksi melalui psikotes, dilatih dan dilanjutkan dengan praktik atau magang dalam rangka mengisi kelangkaan tenaga code officer (CDO).
Kemudian, Roebiono Kertopati menunjuk Lettu Santoso sebagai Kepala Pendidikan Persandian pada Desember 1946. Waktu itu, nama badan persandian itu adalah Dinas Code atau Badan Persandian Negara.
Baca: Marak Peretasan Data, Anggaran Keamanan Siber BSSN 2023 Hanya Rp217 Miliar
Dilansir dari laman resmi Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat (AD), disebutkan bahwa tidak ada seorang pun pribumi yang dipercaya untuk melaksanakan tugas di bidang persandian pada zaman pendudukan kolonial Belanda. Pada 4 April 1946, Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin menugaskan dr. Roebiono Kertopati untuk mendirikan sebuah badan pemberitaan rahasia bagi kepentingan pemerintahan, sekaligus merangkap sebagai pimpinannya.
Saat itu, dr. Roebiono Kertopati bekerja sebagai dokter di Kementerian Pertahanan Bagian-B (intelijen). Penugasan yang diberikan Amir Sjarifuddin kepada Roebiono Kertopati itu ketika di tengah-tengah bergejolaknya revolusi fisik pesta kemerdekaan.
Roebiono yang bertumpu pada integritas pengabdian, nasionalisme, daya penalaran dan dilandasi semangat juang yang pantang menyerah kala itu beserta anak buahnya merintis persandian Republik Indonesia. Tenaga-tenaga barn direkrut dan diseleksi melalui psikotes, dilatih dan dilanjutkan dengan praktik atau magang dalam rangka mengisi kelangkaan tenaga code officer (CDO).
Kemudian, Roebiono Kertopati menunjuk Lettu Santoso sebagai Kepala Pendidikan Persandian pada Desember 1946. Waktu itu, nama badan persandian itu adalah Dinas Code atau Badan Persandian Negara.
Lihat Juga :