Jelang Tutup Anggaran, Mendagri Minta Pemda Tingkatkan Realisasi APBD
Selasa, 06 Desember 2022 - 17:41 WIB
loading...
A
A
A
"Artinya masih cukup banyak, masih lebih kurang Rp14 triliun lebih yang dana BTT-nya belum dipakai oleh daerah-daerah," katanya.
Karena itu, Mendagri meminta Pemda memanfaatkan BTT untuk membantu perekonomian masyarakat, terutama dalam mengendalikan inflasi. Ia mengakui beberapa daerah telah memanfaatkan anggaran BTT ini dengan maksimal. Namun sayangnya, tak sedikit pula Pemda yang belum memanfaatkan anggaran tersebut.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) per 2 Desember 2022, persentase realisasi pendapatan beragam. Di tingkat provinsi, lima Pemda dengan pendapatan tertinggi yakni Kalimantan Timur 105,98%, Kepulauan Bangka Belitung 98,75%, Kepulauan Riau 98,73%, Sulawesi Tengah 97,77%, dan Jawa Timur 96,67%. Sedangkan lima provinsi dengan pendapatan terendah yakni Sulawesi Utara 66,83%, Kalimantan Selatan 70,45%, Papua 70,66%, Maluku Utara 72,54%, dan DKI Jakarta 75,56%.
Kemudian lima kabupaten dengan pendapatan tertinggi yakni Mimika 116,38%, Bojonegoro 116,22%, Tanah Laut 115,14%, Sumbawa Barat 105,79%, dan Mahakam Ulu 103,76%. Sedangkan lima kabupaten dengan pendapatan rendah, yaitu Halmahera Tengah 56,64%, Kepulauan Sula 57,23%, Bangka Selatan 58,65%, Ende 58,89%, dan Pulau Taliabu 60,47%.
Kota dengan pendapatan tertinggi yakni Prabumulih 111,04%, Banjar Baru 110,93%, Bontang 105,45%, Tanjung Pinang 99,75%, dan Denpasar 99,58%. Sedangkan lima kota dengan pendapatan terendah, yaitu Palopo 67,24%, Palangkaraya 69,55%, Cilegon 71,60%, Binjai 73,65%, dan Balikpapan 74,23%.
Karena itu, Mendagri meminta Pemda memanfaatkan BTT untuk membantu perekonomian masyarakat, terutama dalam mengendalikan inflasi. Ia mengakui beberapa daerah telah memanfaatkan anggaran BTT ini dengan maksimal. Namun sayangnya, tak sedikit pula Pemda yang belum memanfaatkan anggaran tersebut.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) per 2 Desember 2022, persentase realisasi pendapatan beragam. Di tingkat provinsi, lima Pemda dengan pendapatan tertinggi yakni Kalimantan Timur 105,98%, Kepulauan Bangka Belitung 98,75%, Kepulauan Riau 98,73%, Sulawesi Tengah 97,77%, dan Jawa Timur 96,67%. Sedangkan lima provinsi dengan pendapatan terendah yakni Sulawesi Utara 66,83%, Kalimantan Selatan 70,45%, Papua 70,66%, Maluku Utara 72,54%, dan DKI Jakarta 75,56%.
Kemudian lima kabupaten dengan pendapatan tertinggi yakni Mimika 116,38%, Bojonegoro 116,22%, Tanah Laut 115,14%, Sumbawa Barat 105,79%, dan Mahakam Ulu 103,76%. Sedangkan lima kabupaten dengan pendapatan rendah, yaitu Halmahera Tengah 56,64%, Kepulauan Sula 57,23%, Bangka Selatan 58,65%, Ende 58,89%, dan Pulau Taliabu 60,47%.
Kota dengan pendapatan tertinggi yakni Prabumulih 111,04%, Banjar Baru 110,93%, Bontang 105,45%, Tanjung Pinang 99,75%, dan Denpasar 99,58%. Sedangkan lima kota dengan pendapatan terendah, yaitu Palopo 67,24%, Palangkaraya 69,55%, Cilegon 71,60%, Binjai 73,65%, dan Balikpapan 74,23%.
Lihat Juga :