Ketua Pertiwi Indonesia: Kebaya Bisa Diterima Dunia untuk Diapresiasi
Senin, 05 Desember 2022 - 14:38 WIB
loading...
Ketua Pertiwi Indonesia Miranti Serad mengajak masyarakat Indonesia menjaga kebaya sebagai warisan budaya. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Perbincangan terkait kebaya di Tanah Air kian ramai setelah Singapura, Malaysia, Burnei Darussalam, dan Thailand berencana mendaftarkan kebaya masuk dalam warisan budaya UNESCO. Hal itu tentu jadi pembahasan karena tidak ada nama Indonesia.
Ketua Pertiwi Indonesia Miranti Serad mengatakan, negara-negara di Asia Tenggara memang pada umumnya punya tradisi mengenakan kebaya seperti di Indonesia. Miranti yang saat ini bersama tim sedang mempersiapkan buku Kebaya Indonesia menyebut, kebaya memiliki nilai kemanusiaan universal. Dengan demikian, kebaya bisa diterima semua kalangan.
"Kebaya itu bisa diterima di seluruh dunia untuk diapresiasi. Oleh karena itu, sudah seharusnya kebaya dijaga, dirawat, dan dilestarikan bersama-sama," katanya, Senin (5/12/2022).
Baca juga: Komunitas Pelestari Budaya Bersama Pemerintah Bahas Pengajuan Kebaya ke UNESCO
Miranti menjelaskan, kebaya adalah hasil akulturasi dari banyak budaya luar yang berpadu dengan budaya lokal. Hingga saat ini pun, kata Miranti, belum ada penjelasan mengenai sejarah kebaya yang pasti dan bisa diterima oleh semua orang.
Ketua Pertiwi Indonesia Miranti Serad mengatakan, negara-negara di Asia Tenggara memang pada umumnya punya tradisi mengenakan kebaya seperti di Indonesia. Miranti yang saat ini bersama tim sedang mempersiapkan buku Kebaya Indonesia menyebut, kebaya memiliki nilai kemanusiaan universal. Dengan demikian, kebaya bisa diterima semua kalangan.
"Kebaya itu bisa diterima di seluruh dunia untuk diapresiasi. Oleh karena itu, sudah seharusnya kebaya dijaga, dirawat, dan dilestarikan bersama-sama," katanya, Senin (5/12/2022).
Baca juga: Komunitas Pelestari Budaya Bersama Pemerintah Bahas Pengajuan Kebaya ke UNESCO
Miranti menjelaskan, kebaya adalah hasil akulturasi dari banyak budaya luar yang berpadu dengan budaya lokal. Hingga saat ini pun, kata Miranti, belum ada penjelasan mengenai sejarah kebaya yang pasti dan bisa diterima oleh semua orang.
Lihat Juga :