Peringati HBT ke-72, Gus Halim: Transmigrasi Tak Bisa Dilepaskan dari Spiritualitas
Kamis, 01 Desember 2022 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Gandeng KPK, Mendes PDTT Luncurkan 10 Desa Antikorupsi 2022
Gus Halim mengatakan kegiatan-kegiatan bernuansa spiritual di lingkungan Kemendes PDTT ini harus diperkuat. Menurutnya berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan Kemendes akan menguatkan sisi mental spiritual para pegawai dalam melaksanakan berbagai program percepatan pembangunan di kawasan Transmigrasi. "Momentum hari ini nantinya ditindaklanjuti dengan kegiatan yang lebih terstruktur terkait mengaji di Kemendes yang sebenarnya sudah berjalan baik tinggal ditingkatkan saja,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Halim juga memberikan apresiasi khusus terhadap kiprah dari Gus Kaustar sebagai sosok kiai muda yang tidak meninggalkan identitas kulturalnya. Padahal Gus Kaustar dikenal sebagai orang alim dengan jaringan dan pergaulan yang sangat luas. "Meskipun beliau (Gus Kautsar) pergaulan dan jaringannya luas, tapi tetap tidak pernah tinggalkan karakteristik orang pesantren yang selalu gunakan sarung. Secara personal beliau ini prototipe dari SDGS Desa ke-18 yakni kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif," ujarnya.
Sementara itu Gus Kautsar dalam tausiyah mengatakan, ada tiga hal yang nantinya melemahkan Islam yaitu pertama, ketika ulama dan tokoh agama dengan sembrono karena kepetingan bersifat duniawi kemudian memfatwakan hal yang keliru. Kedua, ketika ada orang dengan kemampuan terbatas tapi dengan percaya diri membahas secara mendalam Al Quran. “Ketiga, ketika para pemimpin dan pejabat tidak miliki keberpihakan kepada hal-hal yang benar. Ini tiga hal yang harus diwaspadai agar kehidupan spiritualitas Islam selalu terjaga,” katanya.
Gus Kautsar menyebut Transmigrasi itu berkaitan dengan hijrah. Semangat tersebut sesuai dengan nilai-nilai Islam yang memerintahkan umat selalu bergerak lebih baik untuk kemudian bertumbuh lebih bermanfaat. “Ada ajaran dari tokoh besar Islam Imam Syafi’i bahwa manusia itu tidak boleh nyaman di satu titik saja. Jika perlu harus berani meninggalkan zona nyaman untuk mencari kesempatan yang lebih baik termasuk di dalamnya kegiatan transmigrasi,” katanya.
Untuk diketahui istighotsah dipimpin oleh Kiai Abdul Halim yang diikuti oleh ribuan pegawai di lingkungan Kemendes PDTT setelah pelaksanaan Sholat Dzuhur. Selama pelaksanaan acara, juga digalang donasi untuk bencana gempa yang melanda Cianjur dan berhasil mengumpulkan uang lebih dari Rp14 juta.
Gus Halim mengatakan kegiatan-kegiatan bernuansa spiritual di lingkungan Kemendes PDTT ini harus diperkuat. Menurutnya berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan Kemendes akan menguatkan sisi mental spiritual para pegawai dalam melaksanakan berbagai program percepatan pembangunan di kawasan Transmigrasi. "Momentum hari ini nantinya ditindaklanjuti dengan kegiatan yang lebih terstruktur terkait mengaji di Kemendes yang sebenarnya sudah berjalan baik tinggal ditingkatkan saja,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Halim juga memberikan apresiasi khusus terhadap kiprah dari Gus Kaustar sebagai sosok kiai muda yang tidak meninggalkan identitas kulturalnya. Padahal Gus Kaustar dikenal sebagai orang alim dengan jaringan dan pergaulan yang sangat luas. "Meskipun beliau (Gus Kautsar) pergaulan dan jaringannya luas, tapi tetap tidak pernah tinggalkan karakteristik orang pesantren yang selalu gunakan sarung. Secara personal beliau ini prototipe dari SDGS Desa ke-18 yakni kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif," ujarnya.
Sementara itu Gus Kautsar dalam tausiyah mengatakan, ada tiga hal yang nantinya melemahkan Islam yaitu pertama, ketika ulama dan tokoh agama dengan sembrono karena kepetingan bersifat duniawi kemudian memfatwakan hal yang keliru. Kedua, ketika ada orang dengan kemampuan terbatas tapi dengan percaya diri membahas secara mendalam Al Quran. “Ketiga, ketika para pemimpin dan pejabat tidak miliki keberpihakan kepada hal-hal yang benar. Ini tiga hal yang harus diwaspadai agar kehidupan spiritualitas Islam selalu terjaga,” katanya.
Gus Kautsar menyebut Transmigrasi itu berkaitan dengan hijrah. Semangat tersebut sesuai dengan nilai-nilai Islam yang memerintahkan umat selalu bergerak lebih baik untuk kemudian bertumbuh lebih bermanfaat. “Ada ajaran dari tokoh besar Islam Imam Syafi’i bahwa manusia itu tidak boleh nyaman di satu titik saja. Jika perlu harus berani meninggalkan zona nyaman untuk mencari kesempatan yang lebih baik termasuk di dalamnya kegiatan transmigrasi,” katanya.
Untuk diketahui istighotsah dipimpin oleh Kiai Abdul Halim yang diikuti oleh ribuan pegawai di lingkungan Kemendes PDTT setelah pelaksanaan Sholat Dzuhur. Selama pelaksanaan acara, juga digalang donasi untuk bencana gempa yang melanda Cianjur dan berhasil mengumpulkan uang lebih dari Rp14 juta.
(cip)
Lihat Juga :