Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Rabu, 30 November 2022 - 15:29 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sepekan terakhir saja, kasus-kasus memilukan ini terjadi di Cibitung, Bekasi; Medan, Makassar dan Probolinggo. Bahkan dua pekan lalu, dua pemotor nyaris kehilangan nyawanya karena tiba-tiba diserang sekelompok remaja saat melintas diJalan Siliwangi, Kota Bogor, di saat subuh. Beruntung, keduanya bisa menyelamatkan diri dengan masuk ke Kantor PDAM Bogor.
Kenakalan remaja baik tawuran atau penyerangan tak berdasar ini sejatinya adalah bukan fenomena baru. Namun yang memicu keprihatinan, tren kenakalan itu terus meningkat tajam hingga membuat masyarakat menjadi tidak tenang dan aman akhir-akhir ini. Warga yang melakukan perjalanan malam kian was-was karena kapan pun bisa menjadi target kekerasan atau penyerangan.
Penyakit sosial yang mengusik ketenteraman masyarakat ini tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah khususnya aparat kepolisian saatnya bertindak cermat dan strategis. Pola penanganan kriminalitas oleh remaja ini pun sudah saatnya dititikberatkan pada pencegahan atau preventif bukan lagi represif.
Kurikulum sekolah lewat penekanan pembangunan karakter anak perlu terus dievaluasi. Kurikulum itu telah lama diajakrkan, namun sejauhmana isi kurikulum itu mampu tertanam baik di benak pelajar, hal itu masih menyisakan pertanyaan. Sebab faktanya di lapangan, banyak pelajar yang begitu mudah melakukan kekerasan kepada sesama pelajar, bahkan terhadap orang yang lebih tua tanpa alasan jelas.
Menilik kasus-kasus selama ini, kenakalan remaja ini lebih banyak muncul karena longgarnya pengawasan dari orang tua, guru dan orang-orang terdekat. Kelonggaran itu membuat remaja semakin mudah bergaul dengan lingkungan sosial yang tidak sehat. Hal diperparah jika pemahaman agama mereka rendah sehingga gampang tersulut hasutan atau tindakan kekerasan.
Kenakalan remaja baik tawuran atau penyerangan tak berdasar ini sejatinya adalah bukan fenomena baru. Namun yang memicu keprihatinan, tren kenakalan itu terus meningkat tajam hingga membuat masyarakat menjadi tidak tenang dan aman akhir-akhir ini. Warga yang melakukan perjalanan malam kian was-was karena kapan pun bisa menjadi target kekerasan atau penyerangan.
Penyakit sosial yang mengusik ketenteraman masyarakat ini tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah khususnya aparat kepolisian saatnya bertindak cermat dan strategis. Pola penanganan kriminalitas oleh remaja ini pun sudah saatnya dititikberatkan pada pencegahan atau preventif bukan lagi represif.
Kurikulum sekolah lewat penekanan pembangunan karakter anak perlu terus dievaluasi. Kurikulum itu telah lama diajakrkan, namun sejauhmana isi kurikulum itu mampu tertanam baik di benak pelajar, hal itu masih menyisakan pertanyaan. Sebab faktanya di lapangan, banyak pelajar yang begitu mudah melakukan kekerasan kepada sesama pelajar, bahkan terhadap orang yang lebih tua tanpa alasan jelas.
Menilik kasus-kasus selama ini, kenakalan remaja ini lebih banyak muncul karena longgarnya pengawasan dari orang tua, guru dan orang-orang terdekat. Kelonggaran itu membuat remaja semakin mudah bergaul dengan lingkungan sosial yang tidak sehat. Hal diperparah jika pemahaman agama mereka rendah sehingga gampang tersulut hasutan atau tindakan kekerasan.
Lihat Juga :