Ikuti Skenario Sambo Pembunuhan Brigadir J, Bharada E Akui Tertekan
Rabu, 30 November 2022 - 13:59 WIB
loading...
Bharada E atau Richard Eliezer menceritakan detik-detik Ferdy Sambo membuat skenario pembunuhan Brigadir J, yang membuatnya tertekan, Rabu (30/11/2022). Foto/Faisal Rahman/MPI
A
A
A
JAKARTA - Bharada E atau Richard Eliezer memberikan kesaksiannya di persidangan dugaan kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal Wibowo pada Rabu (30/11/2022). Bharada E menceritakan detik-detik Ferdy Sambo membuat skenario pembunuhan Brigadir J , yang membuatnya tertekan.
Bharada E mengatakan, awalnya dia diminta untuk menemui Sambo di lantai 2 rumah Saguling hingga akhirnya diceritakan tentang peristiwa pelecehan yang dialami Putri oleh Brigadir J. Setelah itu, dia pun diminta untuk menembak Brigadir J.
"Saya diam Yang Mulia, saya tidak jawab sama sekali, masih takut, ini nyata. Baru dia (Ferdy Sambo) bilang gini, berarti kamu yang tembak Yosua, kalau saya yang tembak tidak ada yang bela kita," ujar Bharada E di persidangan, Rabu (30/11/2022).
Baca juga: Saksi PHL Div Propam Akui Ferdy Sambo Temperamental
Menurutnya, setelah diminta untuk menembak Brigadir J, Sambo lantas membicarakan soal skenario pembunuhan terhadap Brigadir J. Adapun pembunuhan tersebut dilakukan di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Bharada E mengatakan, awalnya dia diminta untuk menemui Sambo di lantai 2 rumah Saguling hingga akhirnya diceritakan tentang peristiwa pelecehan yang dialami Putri oleh Brigadir J. Setelah itu, dia pun diminta untuk menembak Brigadir J.
"Saya diam Yang Mulia, saya tidak jawab sama sekali, masih takut, ini nyata. Baru dia (Ferdy Sambo) bilang gini, berarti kamu yang tembak Yosua, kalau saya yang tembak tidak ada yang bela kita," ujar Bharada E di persidangan, Rabu (30/11/2022).
Baca juga: Saksi PHL Div Propam Akui Ferdy Sambo Temperamental
Menurutnya, setelah diminta untuk menembak Brigadir J, Sambo lantas membicarakan soal skenario pembunuhan terhadap Brigadir J. Adapun pembunuhan tersebut dilakukan di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Lihat Juga :