COVID-19 Mengikuti Pergerakan Manusia, Pakar Epidemiologi Sebut Tidak Ada Zona Hijau

Kamis, 09 Juli 2020 - 13:25 WIB
loading...
COVID-19 Mengikuti Pergerakan...
Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono memprediksi pandemi COVID-19 tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pakar Epidemiologi Pandu Riono memprediksi pandemi COVID-19 tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Daerah yang menjadi pusat keramaian dan perlintasan masyarakat sulit untuk menurunkan jumlah kasus positif COVID-19.

Pandu mencontohkan aktivitas masyarakat sangat tinggi di wilayah Ibu Kota DKI Jakarta. Masyarakat dari wilayah sekitar pada siang hari bergerak ke Jakarta entah untuk bekerja, kepentingan bisnis, menuju pusat perbelanjaan, dan sebagainya. (Baca juga: Pemukiman Padat Penduduk Merupakan Titik Rawan Penyebaran COVID-19)

“Jabodetabek ini luar biasa dari daerah ke tengah, Jakarta akan sulit menurunkan (kasus COVID-19). Kalau penduduk tidak bersentuhan (kontak) aman,” ujarnya dalam diskusi daring dengan tema “Urgensi Penanganan Permukiman Padat Penduduk Menghadapi COVID-19, Kamis (9/7/2020).

Dosen Universitas Indonesia itu mengatakan beberapa kebijakan sudah tepat, seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pelarangan mudik. Ini membuat masyarakat tetap tinggal di rumah dan tidak banyak bergerak dari satu daerah ke daerah lainnya.

Namun, kepatuhan masyarakat mulai meluntur menjelang Lebaran. Selama lebaran, ada pergerakan orang yang cukup besar. Hal itu tidak bisa dihindari mengingat ada semacam kebiasaan saling mengunjungi kerabat untuk silaturahmi.

Selain itu, dia mengkritik pembagian zona COVID-19 di satu wilayah yang ditandai dengan warna merah, orange, kuning, dan hijau. COVID-19 ini tidak bisa dibatasi dengan zona karena virus ini mengikuti pergerakan orang.

“COVID-19 mudah sekali menyebar. Kita melihat sebagian besar di Jawa dan Sulawesi Selatan. Indonesia tidak ada zona hijau. Itu zona palsu,” ucapnya.

Pandu menerangkan pandemi COVID-19 ini bisa berlangsung 2-5 tahun ke depan. “Jangan mimpi pandemi ini selesai tahun ini,” tegasnya.

Penanganan pandemi COVID-19 harus komprehensif. Dia meminta orang yang sudah terpapar COVID-19 dengan status gejala ringan tidak diisolasi di rumah. Pemerintah harus mengisolasi di suatu tempat yang aman dan segala kebutuhannya dipenuhi.

Selama pandemi ini, ada beberapa tempat yang berpotensi menjadi titik penularan, seperti pemukiman padat penduduk dan pasar. Di beberapa daerah ditemukan pedagang yang positif COVID-19. Pasar merupakan titik pertemuan orang dan pada jam-jam tertentu selalu terjadi keramaian. (Baca juga: Anak-Anak Makin Sering Gunakan Gawai, Orang Tua Harus Jadi 'Badan Sensor')

Saat ini, Indonesia sudah memasuki masa transisi kenormalan baru. Berbagai aktivitas sudah mulai berjalan seperti biasa. Industri dan perkantoran sudah kembali beroperasi. “Kalau kerja menggunakan masker akan menurunkan risiko. Ini harus ditambah dengan menjaga jarak dan cuci tangan,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Pemain Inggris Tolak...
Pemain Inggris Tolak Jabat Tangan Thomas Partey di Piala Dunia 2026
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Berita Terkini
Kasus Izin Tinggal WNA,...
Kasus Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Ichsanuddin Noorsy:...
Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Infografis
Tidak Ada Negara yang...
Tidak Ada Negara yang Bela Israel di ICJ karena Tindakannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved