Endorse Capres 2024, Demokrat Bandingkan Jokowi dengan SBY
Senin, 28 November 2022 - 06:41 WIB
loading...
Wasekjen Partai Demokrat Irwan membandingkan apa yang dilakukan Presiden Jokowi dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelang akhir masa jabatannya pada 2014 lalu. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Semakin dekat dengan tahapan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024, semakin sering juga Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan endorse atau dukungan terhadap sejumlah kandidat calon presiden (capres) . Baik itu secara gamblang, maupun melalui berbagai isyarat.
Terkait hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Irwan menilai bahwa apa yang Jokowi lakukan terhadap bakal calon penggantinya tidak etis, meskipun itu dilakukan secara tersirat. Baca juga: Deretan Politikus Rambut Putih, Nomor 4 Menyamar Jadi Fotografer
"Tidak etis bagi Presiden Jokowi untuk melakukan endorse terhadap calon penggantinya, walaupun dilakukan secara simbolik atau tersirat," ujar pria yang akrab disapa Irwan Fecho ini kepada wartawan, Senin (28/11/2022).
Irwan pun membandingkan apa yang dilakukan Jokowi dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelang akhir masa jabatannya pada 2014 lalu. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu tidak pernah melakukan endorse kepada kandidat capres lain.
"Bahkan Partai Demokrat pada masa itu bersikap netral. Sikap Presiden SBY adalah negawaran. Mampu memposisikan diri di waktu yang tepat dengan tetap menjaga etika politik," jelasnya.
Terkait hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Irwan menilai bahwa apa yang Jokowi lakukan terhadap bakal calon penggantinya tidak etis, meskipun itu dilakukan secara tersirat. Baca juga: Deretan Politikus Rambut Putih, Nomor 4 Menyamar Jadi Fotografer
"Tidak etis bagi Presiden Jokowi untuk melakukan endorse terhadap calon penggantinya, walaupun dilakukan secara simbolik atau tersirat," ujar pria yang akrab disapa Irwan Fecho ini kepada wartawan, Senin (28/11/2022).
Irwan pun membandingkan apa yang dilakukan Jokowi dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelang akhir masa jabatannya pada 2014 lalu. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu tidak pernah melakukan endorse kepada kandidat capres lain.
"Bahkan Partai Demokrat pada masa itu bersikap netral. Sikap Presiden SBY adalah negawaran. Mampu memposisikan diri di waktu yang tepat dengan tetap menjaga etika politik," jelasnya.
Lihat Juga :