Pemilu 2024 Eranya Anak Muda
Minggu, 27 November 2022 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
"Para peserta pemilu di tahun mendatang ini tentu harus mempunyai kemampuan yang kredibel dalam tolok ukur pencapaian yang diinginkan dalam kontestasi Pemilu 2024," ucap Yuliandre.
Sementara Budiman Soejatmiko mengatakan, para politisi yang mempunyai keinginan maju sebagai peserta pemilu tentunya harus mempunyai 3 hal, yaitu gagasan ideologis, politis, serta kemampuan teknologis. Pendekatan yang digunakan sesuai perkembangan zaman.
"Partai politik dan politisi harus beradaptasi dengan zaman, sehingga tetap diterima oleh generasi baru. Kemampuan inilah yang harus dimiliki jika ingin terus bertahan dengan berbagai perubahan," ucap Budiman.
Sedangkan Arifki Chaniago mengungkapkan, partai politik harus berubah jika ingin beradaptasi dengan generasi milenial atau Z. Peran media sosial telah mengubah banyak hal terutama dengan ikutnya publik mendorong figur-figur terbaik dalam kontestasi politik.
Ruang yang dimiliki media sosial telah menyebabkan disrupsi terhadap kelembagaan partai politik. "Media sosial dan partisipasi generasi milenial dan Z berpotensi mendisrupsi kelembagaan partai. Makanya, partai politik harus hati-hati, jika tidak ingin publik melawan arus kelembagaan yang masih konservatif," tutup Arifki.
Sementara Budiman Soejatmiko mengatakan, para politisi yang mempunyai keinginan maju sebagai peserta pemilu tentunya harus mempunyai 3 hal, yaitu gagasan ideologis, politis, serta kemampuan teknologis. Pendekatan yang digunakan sesuai perkembangan zaman.
"Partai politik dan politisi harus beradaptasi dengan zaman, sehingga tetap diterima oleh generasi baru. Kemampuan inilah yang harus dimiliki jika ingin terus bertahan dengan berbagai perubahan," ucap Budiman.
Sedangkan Arifki Chaniago mengungkapkan, partai politik harus berubah jika ingin beradaptasi dengan generasi milenial atau Z. Peran media sosial telah mengubah banyak hal terutama dengan ikutnya publik mendorong figur-figur terbaik dalam kontestasi politik.
Ruang yang dimiliki media sosial telah menyebabkan disrupsi terhadap kelembagaan partai politik. "Media sosial dan partisipasi generasi milenial dan Z berpotensi mendisrupsi kelembagaan partai. Makanya, partai politik harus hati-hati, jika tidak ingin publik melawan arus kelembagaan yang masih konservatif," tutup Arifki.
(abd)
Lihat Juga :