Jokowi Minta Masyarakat Daerah Dukung Investasi Agar Membuka Lapangan Kerja

Sabtu, 26 November 2022 - 14:42 WIB
loading...
Jokowi Minta Masyarakat Daerah Dukung Investasi Agar Membuka Lapangan Kerja
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat di daerah untuk mendukung investasi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) meminta masyarakat di daerah untuk mendukung investasi. Hal tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Paling penting adalah menarik investasi sebanyak-banyaknya untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Saya minta di daerah-daerah yang ada investasinya agar masyarakat ikut mendukung," kata Jokowi di acara Nusantara Bersatu, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

Jokowi mengatakan dengan didukungnya investasi di daerah, selain membuka lapangan pekerjaan juga menaikkan pertumbuhan ekonomi. "Saya beri contoh Maluku Utara dengan adanya industri Weda Bay pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 27%, gak ada di dunia seperti ini bisa sebuah provinsi tumbuh 27%," kata Jokowi.

Baca juga: Kerja Sama Bisnis di Gelaran B20 Summit Ciptakan Lapangan Kerja

Selain itu, pada KTT G20 di Bali beberapa waktu lalu dikatakan oleh Managing Director IMF bahwa Indonesia menjadi titik terang ekonomi dunia di tengah kesuraman ekonomi global.

Baca juga: Jokowi Paparkan Peluang Investasi di IKN Nusantara ke Investor

"Indonesia adalah titik terang ekonomi dunia di tengah kesuraman ekonomi global, ini kita harus bangga karena semua negara sulit, karena pandemi, adanya krisis pangan, krisis energi, perang di Ukraina, krisis keuangan semua negara sulit semua, kita patut bersyukur, karena negara kita masih bisa tumbuh sekali lagi 5,72%," kata Jokowi.

Saat G20, Indonesia juga berhasil menjadi jembatan dari negara-negara yang saling berselisih. "Berada di tengah bisa jadi jembatan bisa diterima dari sini, dari sana, sebelah kanan kiri artinya kepemimpingan global Indonesia sekarang ini berada di titik puncaknya. Oleh sebab itu kita wajib bersyukur negara-negara besar saja tidak kuat menahan gejala resesi global tapi alhamdulilah dengan kewaspadaan yang baik kita bisa bertahan bahkan naik angkanya di angka 5,72%," ungkapnya.
(cip)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1882 seconds (11.97#12.26)