Wakil Kepala BPIP Cicipi Budaya Lampung Barat
Kamis, 24 November 2022 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Karjono menjelaskan, saat ini Pancasila penting digaungkan dan diajarkan kembali kepada masyarakat Indonesia. Sejak 1998, masyarakat mengalami perubahan karakter, sopan santun, dan rasa nasionalisme sebab pelajaran dan lembaga Pancasila tiada.
“Maka tahun 2017, Presiden Jokowi membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) yang selanjutnya, pada tahun 2018 direvitalisasi menjadi BPIP. Dari situlah kami bergerak masif menanamkan Pancasila di hati bangsa Indonesia. Salah satunya, upaya menghadirkan kembali mata ajar Pancasila di semua jenjang pendidikan formal, nonformal, dan informal,” tuturnya.
![Wakil Kepala BPIP “Cicipi” Budaya Lampung Barat]()
Ia berpesan, Pancasila harus selalu melekat di hati bangsa Indonesia karena sudah menjadi karakter dan pandangan hidup. “Pancasila sebetulnya bicara mengenai bener. Kalau pinter saya yakin pada pinter banget. Tapi tidak cukup itu, melainkan harus bener. Tidak semua orang pinter itu bener, tidak semua orang bener itu pinter. Saya meyakini masyarakat Lampung Barat ya bener, ya pinter,” pungkas Karjono.
Sejalan dengan Wakil Kepala BPIP, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyebut, adanya Lamban Pancasila menjadi momentum penguatan nilai-nilai Pancasila di Lampung Barat. Dirinya berpesan, masyarakat Lampung Barat agar selalu mempertahankan kerukunan di tengah keberagaman yang ada di Lampung Barat.
“Lamban Pancasila ini representasi kebhinekaan di Lampung Barat dan Indonesia. Gedung ini menjadi etalase kebudayaan yang unik dan kaya,” ujarnya.
Hasto juga mengapresiasi BPIP atas kekonsistenan membumikan Pancasila di Bumi Pertiwi. “Terima kasih juga kepada BPIP selalu konsisten mengawal Pancasila agar selalu ada di dalam hati bangsa Indonesia,” ucap Hasto.
Sementara itu di tengah ribuan masyarakat Lampung Tengah, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegaskan, Lamban Pancasila ini merupakan simbol Lampung Barat sebagai kota berbudaya, masyarakat yang beradab, menghargai kebudayaan yang dapat menempatkan posisinya, dan menghargai para tamu yang datang.
“Maka tahun 2017, Presiden Jokowi membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) yang selanjutnya, pada tahun 2018 direvitalisasi menjadi BPIP. Dari situlah kami bergerak masif menanamkan Pancasila di hati bangsa Indonesia. Salah satunya, upaya menghadirkan kembali mata ajar Pancasila di semua jenjang pendidikan formal, nonformal, dan informal,” tuturnya.

Ia berpesan, Pancasila harus selalu melekat di hati bangsa Indonesia karena sudah menjadi karakter dan pandangan hidup. “Pancasila sebetulnya bicara mengenai bener. Kalau pinter saya yakin pada pinter banget. Tapi tidak cukup itu, melainkan harus bener. Tidak semua orang pinter itu bener, tidak semua orang bener itu pinter. Saya meyakini masyarakat Lampung Barat ya bener, ya pinter,” pungkas Karjono.
Sejalan dengan Wakil Kepala BPIP, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyebut, adanya Lamban Pancasila menjadi momentum penguatan nilai-nilai Pancasila di Lampung Barat. Dirinya berpesan, masyarakat Lampung Barat agar selalu mempertahankan kerukunan di tengah keberagaman yang ada di Lampung Barat.
“Lamban Pancasila ini representasi kebhinekaan di Lampung Barat dan Indonesia. Gedung ini menjadi etalase kebudayaan yang unik dan kaya,” ujarnya.
Hasto juga mengapresiasi BPIP atas kekonsistenan membumikan Pancasila di Bumi Pertiwi. “Terima kasih juga kepada BPIP selalu konsisten mengawal Pancasila agar selalu ada di dalam hati bangsa Indonesia,” ucap Hasto.
Sementara itu di tengah ribuan masyarakat Lampung Tengah, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegaskan, Lamban Pancasila ini merupakan simbol Lampung Barat sebagai kota berbudaya, masyarakat yang beradab, menghargai kebudayaan yang dapat menempatkan posisinya, dan menghargai para tamu yang datang.
Lihat Juga :