Gempa Cianjur, Kapolri Kerahkan Tenaga Medis Tambahan Tangani Korban

Selasa, 22 November 2022 - 18:11 WIB
loading...
Gempa Cianjur, Kapolri Kerahkan Tenaga Medis Tambahan Tangani Korban
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengunjungi korban gempa Cianjur di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengunjungi korban gempa Cianjur di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Dalam kunjungannya, Kapolri mengatakan terdapat korban gempa mengalami patah tulang yang telah mendapatkan perawatan di RS.

Untuk memaksimalkan penanganan, Kapolri telah menginstruksikan Kapusdokkes, untuk mengirimkan tenaga medis tambahan dari Mabes Polri.

"Kita akan mengirim dokter tambahan dari Mabes untuk bisa membantu korban-korban yang rata-rata patah tulang, supaya bisa diatasi di sini," kata Kapolri.

Baca juga: Dampak Gempa Cianjur, 22.198 Rumah Rusak

Akibat gempa kata Kapolri, sejumlah RS memang terdampak, namun ia memastikan pelayanan untuk membantu penanganan korban maupun pasien yang dirawat tidak terganggu. Oleh sebab itu, Polri akan membantu untuk mendirikan tenda darurat di rumah sakit Bhayangkara sehingga tetap bisa melayani pasien maupun korban gempa yang dirawat.

"Tentunya ada beberapa perbaikan ke depan yang akan kita laksanakan, tapi prinsipnya kita masih bisa melayani pasien-pasien di rumah sakit Bhayangkara, termasuk kita siapkan juga tenda-tenda tambahan serta tempat untuk trauma healing," ungkap Kapolri.

Baca juga: BNPB Sebut Dampak Gempa Cianjur Kerusakannya Masif

Tidak hanya itu, Sigit menyampaikan, dirinya telah berkoordinasi dengan pihak terkait utamanya rumah sakit yang memerlukan tenaga kesehatan. Jika kekurangan SDM, ia telah memerintahkan Kapusdokkes mengirimkan personel polri yang dikhususkan untuk bidang kesehatan.

"Pak Kapusdokkes juga sudah mempersiapkan Brigade khusus untuk kita gerakan dalam penanganan gempa," ujar dia.

Dari sisi evakuasi, sejauh ini Kapolri mengatakan, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 90 persen korban meninggal dunia. Selain itu, tim anjing pelacak alias K9 juga dikerahkan untuk menjangkau lokasi terdampak untuk mencari apakah terdapat korban reruntuhan bangunan yang belum ditemukan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1571 seconds (10.55#12.26)