Perjuangan Pangeran Diponegoro di Tanah Jawa hingga Wafat di Bumi Celebes

Selasa, 15 November 2022 - 15:28 WIB
loading...
A A A
Saat itu, Godert van der Cappelen yang menjabat sebagai Gubernur Hindia Belanda mengeluarkan dekrit 6 Mei 1823 yang berbunyi tanah yang disewa orang Eropa dan Tionghoa wajib dikembalikan kepada pemiliknya, namun sang pemilik wajib memberikan kompensasi kepada para penyewa lahan.

Keputusan tersebut tidak diterima oleh Pangeran Diponegoro dan memutuskan untuk melakukan perlawanan agar para petani di Tegalrejo dapat membeli senjata dan makanan. Tidak sampai di situ, amarah Pangeran Diponegoro memuncak dipicu setelah Patih Danureja memasang tonggak untuk membuat rel kereta api di atas makam leluhurnya atas perintah Belanda.

Perjuangan Pangeran Diponegoro di Tanah Jawa hingga Wafat di Bumi Celebes


Baca: Kisah Soekarno dan Sepeda Onthelnya

Penyerangan Belanda di Tegalrejo menjadi tanda peperangan Diponegoro dimulai, hingga pada 1827 Belanda melakukan penyerangan kepada Pangeran Diponegoro dan membuat pasukannya terjepit. Kondisi tersebut membuat Kiai Mojo dan Pangeran Mangkubumi serta Panglimanya Alibasah Sentot Prawirodirjo menyerah kepada Belanda pada 1829.

Melihat kondisi tersebut, Pangeran Diponegoro memutuskan untuk menyerahkan diri ke pihak Belanda, dengan syarat sisa anggotanya dilepas oleh Belanda. Hingga akhirnya Pangeran Diponegoro berhasil ditangkap oleh Belanda dan mendapatkan pengasingan ke Manado.

Namun setelah itu, Pangeran Diponegoro dipindahkan ke Benteng Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan. "Waktu beliau diasingkan di sini, itu tempatnya di Benteng Forr Rotterdam, beliau diasingkan bersama istri dan anak-anaknya," kata juru kunci makam Raden Hamzah Diponegoro, Minggu (13/11/2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GMNI Desak Pemerintah...
GMNI Desak Pemerintah Tetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional
Peringati 80 Tahun Peristiwa...
Peringati 80 Tahun Peristiwa Merah Putih, GPPMP Kenang Perjuangan Pahlawan
Bahlil Soal Masih Ada...
Bahlil Soal Masih Ada Penolakan Gelar Pahlawan Soeharto: Mudah-mudahan Mereka Bisa Ikhlaskan
Rahmah El Yunusiyyah...
Rahmah El Yunusiyyah sang Pahlawan Nasional
Ridwan Bae: Warisan...
Ridwan Bae: Warisan Soeharto Tetap Relevan, dari Infrastruktur hingga Stabilitas Nasional
Penganugerahan Gelar...
Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, GMI: Menyalakan Semangat Kebangsaan
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Selamat Jalan Pahlawan!...
Selamat Jalan Pahlawan! Pemakaman Mayor Anumerta Zulmi Diiringi Isak Tangis
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Cukur Uzbekistan 5-0: Kebangkitan Ronaldo
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Inilah Doa dan Cara...
Inilah Doa dan Cara Mengusap Anak Yatim di Hari Asyura
Berita Terkini
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved