Berharap Perusahaan Menerapkan ESG

Selasa, 15 November 2022 - 12:01 WIB
loading...
Berharap Perusahaan...
Perusahaan hendaknya mengimplementasikan ESG (environmental, social, governance) sehingga segala bentuk aktivitasnya menjalankan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang baik. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A A A
SEJARAH terbentuknya ESG (environmental, social, governance) berawal dari cita-cita dunia untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan seperti ketahanan iklim, air dan udara bersih, mengurangi kemiskinan, dan menjaga ketersediaan resources untuk masa depan.

Momentum tersebut terbentuk pada perkumpulan 193 negara di Kantor Pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 25 September 2015.

Sehingga untuk mewujudkan cita-cita tersebut, terbentuk konsep ESG untuk diterapkan oleh private sector dalam keberlangsungan perusahaan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ESG merupakan konsep yang bertujuan sebagai standar kinerja perusahaan yang terdiri atas kriteria lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com

Kriteria environmental mencakup hubungan perusahaan dengan lingkungan secara fisik, dan isu lingkungan, eksposur dari peraturan tentang emisi karbon dan energi terbarukan. Sedangkan kriteria social mencakup dampak sosial perusahaan terhadap masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya dan isunya mencakup praktik-praktik perburuhan, pemindahan komunitas, hak-hak asasi manusia, kesehatan, keselamatan, dan inklusi keuangan.

Adapun kriteria governance berkaitan dengan kepemimpinan perusahaan, gaji eksekutif, audit, kontrol internal, dan hak pemegang saham. Isunya mencakup korupsi dan suap, reputasi, efektivitas manajemen, dan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan yang berlaku.

Bagaimana situasi dan tantangan ESG di Indonesia? Indonesia berambisi untuk mencapai emisi nol bersih (net zero emissions) pada 2060. Untuk itu dibutuhkan dukungan dan komitmen oleh seluruh pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha dalam pengurangan emisi karbon (dekarbonisasi).

Salah satu yang sering digunakan sebagai parameternya adalah standar ESG. Standar ESG didefinisikan sebagai konsep yang mengedepankan kegiatan pembangunan, investasi, bisnis yang berkelanjutan dengan tiga faktor utama, yaitu lingkungan, sosial dan tata kelola.

Segala bentuk aktivitas maupun pengambilan keputusan perusahaan hendaknya dapat menerapkan secara penuh prinsip-prinsip pelestarian lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang baik. Hasil penelitian Oxford membuktikan bahwa implementasi ESG mampu meningkatkan kinerja bisnis perusahaan hingga 88% dan membuat harga saham emiten perusahaan bertumbuh sebesar 80%.

Meski demikian, implementasi standar ESG di Indonesia ternyata cukup memprihatinkan. Berdasarkan pemeringkatan Corporate Knights, pada tahun ini Indonesia menempati peringkat ke-19 dari negara Group Twenty (G20) dan peringkat akhir ditempati India.

Sedangkan survei oleh IBCSD pada 2021, indeks ESG Indonesia menduduki peringkat ke-36 dari 47 pasar modal di dunia. Survei lain oleh IBCSD mengatakan 40% perusahaan di Indonesia masih kurang paham tentang pentingnya penerapan ESG.

Hasil survei Mandiri Institute juga menyatakan sekitar 60% emiten mengakui kesulitan menentukan kriteria, metrik, dan KPI (indikator kinerja) berbasis ESG. Faktor lain yang menjadi tantangan terbesar dalam penerapan ESG yakni kurangnya informasi atau data.

Saat ini, mulai banyak investor dan pengambil kebijakan yang menyadari pentingnya investasi terhadap bisnis yang mengadopsi langkah-langkah ESG dengan tujuan melindungi bisnis dari risiko yang tak terduga di masa depan. Perusahan dengan penerapan ESG yang kuat akan lebih mudah memasuki pasar baru dan memperluas operasi. Di samping itu, konsumen juga lebih menyukai merek produk yang menjunjung nilai-nilai yang baik dan ramah lingkungan.

Bisnis dengan tata kelola yang baik (good governance) juga akan mampu menghadapi berbagai tekanan dari regulator, para aktivis lingkungan, serikat pekerja, dan sebagainya. Di samping itu konsumen juga lebih menyukai merek produk yang menjunjung nilai-nilai yang baik dan ramah lingkungan.

Investasi bertema ESG dan SDG juga mengalami tren peningkatan seiring semakin pedulinya investor terhadap isu-isu keberlanjutan. Pada 2016, Bursa Efek Indonesia mencatat hanya 1 produk ESG di pasar modal, sementara pada 2021 jumlahnya meningkat drastis menjadi 15 produk dengan nilai Rp3,45 triliun. Pemerintah pun telah menerbitkan SDG Bond perdana pada 2021 lalu dan juga obligasi bertema SDG senilai total Rp35,2 triliun.

ESG memang bukan kewajiban tetapi alangkah lebih baik apabila perusahaan-perusahaan menerapkan ESG. Diharapkan dengan meningkatknya partisipasi perusahaan dalam menerapkan ESG dapat membuat perubahan besar dalam mewujudkan Indonesia yang lebih hijau.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Forum Bisnis New York,...
Forum Bisnis New York, RI Dorong Investasi Karbon Hutan Berintegritas Tinggi
Mengenal Konsep Green...
Mengenal Konsep Green Building dan Manfaat Penerapannya
Dukung Target Nol Emisi...
Dukung Target Nol Emisi 2060, IMIP Operasikan 502 Unit Kendaraan Listrik
Kemenhub Gandeng Kemlu...
Kemenhub Gandeng Kemlu dan Tripatra Tekan Pencemaran Udara
Di COP30 Brasil, Menteri...
Di COP30 Brasil, Menteri Hanif: ITPC Jadi Pusat Komando Cegah Kebakaran Gambut
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
Pegadaian dan SMBC Indonesia...
Pegadaian dan SMBC Indonesia Perkuat Sinergi Melalui Pengembangan Sustainable Financing Framework 2026
Rekomendasi
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Berita Terkini
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Infografis
Jurusan IT yang Paling...
Jurusan IT yang Paling Banyak Dicari Perusahaan BUMN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved