Meriahkan Muktamar Muhammadiyah, 4 Penggembira Gowes dari Kalimantan Menuju Solo
Sabtu, 12 November 2022 - 22:26 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pertemuan itu, Sukadiono juga mendengarkan cerita perjalanan empat warga Muhammadiyah dari Kalimantan yang tak mudah. Saat tiba di Kabupaten Kapuas, 2 sepeda rusak sehingga harus diservis dan ganti sepeda. Karena itu, pemilik sepeda waswas dengan perjalanan selanjutnya.
Mendengar hal itu, Sukadiono kemudian memberikan 1 sepeda miliknya. Tak hanya itu, UM Surabaya juga memberikan tali asih berupa uang saku kepada 5 penggembira yang diberikan secara langsung. "Sebagai pimpinan universitas, saya berharap energi positif yang dilakukan 4 penggembira Muktamar ini bisa menular kepada warga persyarikatan, khususnya di lingkungan UM Surabaya dalam menyemarakkan Muktamar," katanya.
Baca juga: Kisah Amien Rais Gemetar saat Dipercaya Pimpin Muhammadiyah
Ali Imron yang didapuk sebagai ketua gowes menuturkan, ia dan tiga rekannya merupakan anggota Perhimpunan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI). Mereka telah meniatkan diri untuk bersepeda ke Kota Solo sebagai bagian dari syiar Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah.
Imron menurutkan, timnya mulai bersepeda dari Kota Palangka Raya, lalu menuju Pulau Pisau, Kuala Kapuas, Banjarmasin, Pelabuhan Trisakti. Mereka lalu menumpang kapal laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Mendengar hal itu, Sukadiono kemudian memberikan 1 sepeda miliknya. Tak hanya itu, UM Surabaya juga memberikan tali asih berupa uang saku kepada 5 penggembira yang diberikan secara langsung. "Sebagai pimpinan universitas, saya berharap energi positif yang dilakukan 4 penggembira Muktamar ini bisa menular kepada warga persyarikatan, khususnya di lingkungan UM Surabaya dalam menyemarakkan Muktamar," katanya.
Baca juga: Kisah Amien Rais Gemetar saat Dipercaya Pimpin Muhammadiyah
Ali Imron yang didapuk sebagai ketua gowes menuturkan, ia dan tiga rekannya merupakan anggota Perhimpunan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI). Mereka telah meniatkan diri untuk bersepeda ke Kota Solo sebagai bagian dari syiar Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah.
Imron menurutkan, timnya mulai bersepeda dari Kota Palangka Raya, lalu menuju Pulau Pisau, Kuala Kapuas, Banjarmasin, Pelabuhan Trisakti. Mereka lalu menumpang kapal laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Lihat Juga :