Kisah Amien Rais Gemetar saat Dipercaya Pimpin Muhammadiyah

Sabtu, 12 November 2022 - 12:30 WIB
loading...
Kisah Amien Rais Gemetar saat Dipercaya Pimpin Muhammadiyah
Mohammad Amien Rais. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mohammad Amien Rais gemetar saat dipercaya memimpin Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada 1994. Amien memimpin Muhammadiyah setelah KH Azhar Basyir meninggal dunia.

Amien Rais merupakan mantan ketua umum PP Muhammadiyah. Karier Amien Rais di Muhammadiyah bermula saat menjadi salah satu wakil ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) pada 1967 dan 1968. Sebelumnya, sejak Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah, Amien mengenyam pendidikan formal di sekolah Muhammadiyah.

Setelah kembali dari belajar di luar negeri, pada 1981 pria kelahiran Surakarta, 26 April 1944 ini bergabung di Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Selanjutnya, pada Muktamar ke-41 Muhammadiyah Tahun 1985 di Solo, Amien Rais masuk dalam Pimpinan Pusat Muhammadiyah di bawah kepemimpinan KH AR Fachruddin, yang akrab disapa Pak AR.

Selanjutnya, pada Muktamar ke-42 Muhammadiyah di Yogyakarta Tahun 1990, Amien bersaing ketat dengan KH Ahmad Azhar Basyir. Amien meraih 994 suara. Sementara, Azhar Basyir 997 suara. Azhar Basyir pun memimpin Muhammadiyah untuk periode 1990-1995.

Baca juga: Ketua Umum PP Muhammadiyah Setelah Amien Rais, Din Syamsuddin Menjabat 10 Tahun

Belum sampai masa jabatannnya habis, Azhar Basyir meninggal dunia pada Juni 1994. Rapat pleno yang dilakukan Pimpinan Pusat dengan melibatkan Pimpinan Provinsi memutuskan Amien Rais memimpin Muhammadiyah hingga muktamar berikutnya digelar, yakni pada 1995.

Dalam buku Mohammad Amien Rais Putra Nusantara, Amien mengaku ketika itu lututnya gemetar karena dirinya tahu tugas ini amat berat dan dirinya khawatir tidak mampu menunaikannya. "Namun kawan-kawan meyakinkan bahwa saya sanggup mengembannya," ujar Amien.

Putra pasangan Suhud Rais dan Sudalmiyah Rais ini pun berjaya di Muktamar ke-43 Muhammadiyah di Aceh pada tahun 1995. Amien mendapat dukungan 98,5 persen suara. Amien pun memimpin PP Muhammadiyah Periode 1995-2000.

Seiring perjalanan, Amien yang pada 1998 terlibat aktif dalam Reformasi, meninggalkan kursinya di Muhammadiyah. Amien membentuk Partai Amanat Nasional (PAN). Posisi Amien sebagai orang nomor satu di Muhammadiyah digantikan Ahmad Syafii Maarif.

Lalu, apa pesan Amien kepada para muktamirin jelang Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo, Jawa Tengah, pada 19-20 November 2022? Belajar dari para pendahulunya, Amien menyampaikan hal penting ini.

"Muhammadiyah tetap harus berdiri di atas kaki sendiri, jangan sampai pernah dicampuri, diintervensi, apalagi sampai dipecah belah oleh kekuatan dari mana pun," ujar Amien, dikutip dari YouTube Amien Rais Official, Sabtu (12/11/2022).
(zik)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1650 seconds (10.55#12.26)