Redam Konflik, Demokrat Minta Buzzer Politik Jangan Jadi Burung Hantu
Jum'at, 11 November 2022 - 17:48 WIB
loading...
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Imelda Sari meminta para buzzer politik untuk tidak saling menjatuhkan antarsatu sama lain agar tidak disebut sebagai burung hantu. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Imelda Sari meminta para buzzer politik untuk tidak saling menjatuhkan antarsatu sama lain agar tidak disebut sebagai burung hantu. Imelda menyarankan agar buzzer politik lebih mencodongkan program kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat menjelang Pemilu 2024 untuk menjaga suasana kondusifitas.
"Suasana (kondusifitas) harus dibangun. Terus terang kalau buzzer-buzzer politik (sebaiknya) adu program dan program yang akan diajukan," kata Imelda saat berbicara di webinar Partai Perindo bertajuk 'Memasuki Tahun Politik, Bagaimana Menjaga Harmonisasi Antar Parpol?' pada Jumat (11/11/2022).
Dia menuturkan, Demokrat sebagai oposisi begitu merasakan serangan dari para buzzer politik. Terlebih, di berbagai macam platform media sosial para buzzer politik melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan secara pribadi yang ingin diserang.
Baca juga: Jaga Harmonisasi Jelang Pemilu 2024, Sekjen PPP Minta Buzzer Ditertibkan
"Buzzer lebih banyak melakukan serangan secara personal dan seterusnya seperti yang kita saksikan di media sosial," ungkapnya.
Menurutnya, agar suasana di Pemilu 2024 berjalan kondusif, perlunya melakukan review kembali keberadaan para buzzer politik. Misalnya, menjadikan para buzzer politik sebagai bagian dari keanggotaan atau organ dari partai politik.
"Suasana (kondusifitas) harus dibangun. Terus terang kalau buzzer-buzzer politik (sebaiknya) adu program dan program yang akan diajukan," kata Imelda saat berbicara di webinar Partai Perindo bertajuk 'Memasuki Tahun Politik, Bagaimana Menjaga Harmonisasi Antar Parpol?' pada Jumat (11/11/2022).
Dia menuturkan, Demokrat sebagai oposisi begitu merasakan serangan dari para buzzer politik. Terlebih, di berbagai macam platform media sosial para buzzer politik melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan secara pribadi yang ingin diserang.
Baca juga: Jaga Harmonisasi Jelang Pemilu 2024, Sekjen PPP Minta Buzzer Ditertibkan
"Buzzer lebih banyak melakukan serangan secara personal dan seterusnya seperti yang kita saksikan di media sosial," ungkapnya.
Menurutnya, agar suasana di Pemilu 2024 berjalan kondusif, perlunya melakukan review kembali keberadaan para buzzer politik. Misalnya, menjadikan para buzzer politik sebagai bagian dari keanggotaan atau organ dari partai politik.
Lihat Juga :