alexametrics

DPR Ikut Salurkan CSR BUMN, Uchok CBA: Rakyat Kehilangan Pengawas

loading...
DPR Ikut Salurkan CSR BUMN, Uchok CBA: Rakyat Kehilangan Pengawas
Gedung DPR-MPR. Foto: SINDOnews/Isra Triansyah
A+ A-
JAKARTA - Aksi anggota Komisi VII DPR yang terang-terangan meminta dilibatkan dalam penyaluran dana Coorporate Social Responsibility (CSR) saat rapat gelar pendapat dengan holding tambang BUMN di DPR beberapa waktu lalu terus menuai kecaman.

Direktur Eksekutif Center for Budjet Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi meminta pemerintah dalam hal ini BUMN menolak keinginan anggota DPR tersebut. Meskipun dengan dalih untuk daerah pemilihan anggota DPR bersangkutan, tak sepantasnya wakil rakyat meminta menyalurkan CSR.

"Anggota DPR itu wakil rakyat, bukan penyalur BUMN," tegasnya saat dihubungi SINDOnews, Rabu (8/7/2020).

(Baca: Cecarannya Soal Utang Dipotong, Anggota Komisi VII Usir Bos MIND ID)



Uchok menganggap, jika DPR menjadi penyalur CSR BUMN berarti rakyat akan kehilangan wakil mereka di parlemen. Dengan kata lain, Uchok menyebut, publik kehilangan fungsi pengawasan di Republik ini karena wakil mereka telah berubah fungsi.

"Makanya keberadaan DPR ini hadir untuk mengawasi seperti CSR BUMN agar tidak Ada penyimpangan di lapangan. Artinya, tugas dan fungsi jangan diubah-ubah dari tugas mengawasi menjadi ikut ikutan menyalurkan CSR BUMN," ujarnya.



Dalam rapat dengar pendapat dengan Mind Id, Selasa 30 Juni 2020, anggota Komisi VII menyampaikan keinginan untuk menyalurkan dana CSR. Atas kejadian itu, pimpinan DPR telah memanggil pimpinan Komisi VII DPR di Lantai 4, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020).

(Baca: DPR Minta Dilibatkan di CSR BUMN, Ray Rangkuti: Tak Beretika dan Memalukan)
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak