Meski Belum Deklarasi, Koalisi Nasdem-Demokrat-PKS Dinilai Solid

Kamis, 10 November 2022 - 11:40 WIB
loading...
Meski Belum Deklarasi, Koalisi Nasdem-Demokrat-PKS Dinilai Solid
PKS diyakini tak akan tergiur iming-iming kursi menteri, sedangkan Demokrat dianggap sulit berdampingan dengan PDIP. Foto/pks.id
A A A
JAKARTA - Belum dideklarasikannya Koalisi Perubahan antara Partai Nasdem , Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memunculkan sejumlah spekulasi soal masa depannya Terlebih, mencuat pula iming-iming posisi menteri untuk PKS, termasuk rayuan untuk bergabung dengan poros Gerindra-PKB. Pun dengan Partai Demokrat yang disebut bakal ditarik masuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menilai tertundanya rencana deklarasi Koalisi Perubahankarena situasi politik masih cair. Tetapi dia yakin koalisi Nasdem-Demokrat-PKS akan terbentuk dan solid.

"Secara politik koalisi saat ini masih cair dan belum memiliki ikatan ideologis yang sama. Ikatan koalisinya masih sangat pragmatis sehingga memungkinkan tarik ulur masih akan terus terjadi hingga Februari 2023," ujar Ubedilah Badrun, Kamis (10/11/2022).

Baca juga: Demokrat Sebut Ada Hantu Demokrasi Berupaya Ganggu Koalisi Perubahan

Di Ia menyebutkan kemungkinan perubahan koalisi masih akan terjadi di semua kubu koalisi baik di kubu Nasdem-PD-PKS, Kubu KIB, maupun kubu Gerindra-PKB. Tetapi dia meragukan gula-gula politik yang ditawarkan kepada PKS saat ini akan diterima.

"Tawaran dua kursi menteri untuk PKS dari PKB saya duga tidak akan mungkin diterima PKS karena tradisi koalisi PKS saya cermati tidak dibingkai dari tawaran kursi tetapi ada bingkai lain yang secara kultural melekat pada PKS," tuturnya.

Ubedilah mengungkapkan hal tersebut terjadi saat era SBY, saat pilkada DKI, maupun saat mereka berkoalisi menduiung Prabowo saat 2014 maupun 2019 lalu. Hal yang sama juga terjadi pada Demokrat. Belum ada preseden di tingkat nasional Demokrat bisa bersatu dengan PDIP.

"Begitu juga Partai Demokrat yang memiliki pengalaman bekuasa selama 10 tahun, tidak mudah bagi Demokrat untuk menerima tawaran Golkar dkk yang menjadi bagian dari pemerintahan PDIP hampir 10 tahun ini," terang Ubedilah.



"Sejauh ini Partai Demokrat dan PKS saya cermati masih memilih jalan oposisi dan terlihat merasa nyaman karena manuver Partai Nasdem yang mendukung Anies Baswedan," terang Ubedilah .

Koalisi Nasdem-Demokrat-PS disebut Ubedilah akan tetap solid dan terbentuk."Partai Demokrat maupun PKS nampaknya telah menghitung efek kejut Deklarasi capres cawapres bersama Nasdem pada waktu yang tepat. Jadi sejauh ini koalusi tiga partai ini masih solid," pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS rencananya akan mendeklarasikan kerja sama atau koalisi antara ketiganya dalam bingkai Koalisi Perubahan pada 10 November 2022 yang juga bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Namun rencana tersebut urung dilakukan karena ada berbagai faktor dan persiapan yang masih harus dikerjakan oleh ketiganya. Namun masing-masing partai membantah ada keretakan dan komunikasi antar ketiga partai masih terus terjalin dengan baik.
(muh)
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2762 seconds (10.177#12.26)