Pilpres 2024, Pengamat: Golkar Punya Struktural dan Mesin Partai Lengkap
Senin, 07 November 2022 - 22:12 WIB
loading...
A
A
A
"Karena kalau ada saja kepentingan pihak yang diajak koalisi tidak terakomidir dan batal berkoalisi maka sebanyak apapun pelatih, strategi dan mesin, semua tidak akan bisa digerakkan wong enggak ikut bertanding. Jadi bagi saya, jadi tidaknya Airlangga terlatak pada partai lain mau tidak berkoalisi?" sambungnya.
Di sisi lain, Natalis setuju kalau elektabilitas dan suara partai tidak bisa langsung dikonversi menjadi elektabilitas atau suara kandidat presiden. Namun berbeda dengan konteks Airlangga sebagai ketua umum sebuah partai besar yang kuat dan berpengalaman.
"Karena sejak pemilihan langsung dilaksanakan, sudah terbukti perolehan kandidat melampaui perolehan suara partai, namun sebaliknya juga terjadi, perolehan suara partai melebihi suara kandidat," ujar Natalis.
"Tetapi dalam konteks pencapresan Pak Airlangga Hartarto, saya melihatnya berbeda. Ada perbedaan yang signifikan antara Partai Golkar dengan partai lain dalam kontestasi pilpres. Perbedaan itu dalam hal mesin partai, dan ini saya kira modal utama Partai Golkar," tutupnya.
Di sisi lain, Natalis setuju kalau elektabilitas dan suara partai tidak bisa langsung dikonversi menjadi elektabilitas atau suara kandidat presiden. Namun berbeda dengan konteks Airlangga sebagai ketua umum sebuah partai besar yang kuat dan berpengalaman.
"Karena sejak pemilihan langsung dilaksanakan, sudah terbukti perolehan kandidat melampaui perolehan suara partai, namun sebaliknya juga terjadi, perolehan suara partai melebihi suara kandidat," ujar Natalis.
"Tetapi dalam konteks pencapresan Pak Airlangga Hartarto, saya melihatnya berbeda. Ada perbedaan yang signifikan antara Partai Golkar dengan partai lain dalam kontestasi pilpres. Perbedaan itu dalam hal mesin partai, dan ini saya kira modal utama Partai Golkar," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :