Pilpres 2024, Pengamat: Golkar Punya Struktural dan Mesin Partai Lengkap
Senin, 07 November 2022 - 22:12 WIB
loading...
Menuju Pilpres 2024, Partai Golkar dinilai punya semua sumber daya yang dimiliki, termasuk struktural partai lengkap hingga ke semua pelosok daerah. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menuju Pilpres 2024, Partai Golkar dinilai punya semua sumber daya yang dimiliki, termasuk struktural partai lengkap hingga ke pelosok daerah. Pandangan ini disampaikan oleh Pengamat Politik dan Akademisi dari Universitas Sahid, Natalis Situmorang.
"Ormas yang dibentuknya dan berbagai organisasi lainnya yang secara ideologis maupun kesejarahan keluarga besar Golkar , yang kalau ini dikonsolidir dengan baik dan bergerak serentak, maka suatu keniscayaan kandidat presidennya menang," kata Natalis dalam keterangannya, Senin (7/11/2022).
Natalis menjelaskan, ketika Munas Golkar memutuskan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi capres dari Partai Golkar, ia meyakini bahwa pertimbangan secara komprehensif sudah pasti diperhatikan.
"Yang bermunas itu kan sudah pelatih politik semua. Mulai dari kinerja Pak Airlangga Hartarto di kabinetnya Presiden Jokowi, pengalaman dan jam terbangnya di politik maupun bisnis, sekolahnya, bibit, bobot bebetnya," jelasnya.
Baca juga: Golkar Nyatakan Siap Hadapi Pemilu dan Pilkada Serentak 2024
Namun dalam perjalanannya, Partai Golkar menyadari tidak bisa mengusung kandidatnya sendiri karena perolehan kursi parlemen maupun suara pemilih nasional tidak mumpuni, maka harus berkoalisi dengan partai lain.
"Dalam perjalanan menuju koalisi inilah saya kira Partai Golkar pasti banyak pertimbangan, dan pertimbangan ini tentu tidak melulu soal kandidat saja tetapi berbagai kepentingan yang harus diakomodir," ucap Natalis.
"Ormas yang dibentuknya dan berbagai organisasi lainnya yang secara ideologis maupun kesejarahan keluarga besar Golkar , yang kalau ini dikonsolidir dengan baik dan bergerak serentak, maka suatu keniscayaan kandidat presidennya menang," kata Natalis dalam keterangannya, Senin (7/11/2022).
Natalis menjelaskan, ketika Munas Golkar memutuskan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi capres dari Partai Golkar, ia meyakini bahwa pertimbangan secara komprehensif sudah pasti diperhatikan.
"Yang bermunas itu kan sudah pelatih politik semua. Mulai dari kinerja Pak Airlangga Hartarto di kabinetnya Presiden Jokowi, pengalaman dan jam terbangnya di politik maupun bisnis, sekolahnya, bibit, bobot bebetnya," jelasnya.
Baca juga: Golkar Nyatakan Siap Hadapi Pemilu dan Pilkada Serentak 2024
Namun dalam perjalanannya, Partai Golkar menyadari tidak bisa mengusung kandidatnya sendiri karena perolehan kursi parlemen maupun suara pemilih nasional tidak mumpuni, maka harus berkoalisi dengan partai lain.
"Dalam perjalanan menuju koalisi inilah saya kira Partai Golkar pasti banyak pertimbangan, dan pertimbangan ini tentu tidak melulu soal kandidat saja tetapi berbagai kepentingan yang harus diakomodir," ucap Natalis.
Lihat Juga :