Indonesia Ajak Seluruh Negara Perkuat Aksi Pengendalian Perubahan Iklim

Senin, 07 November 2022 - 00:30 WIB
loading...
Indonesia Ajak Seluruh...
Dari kiri ke kanan: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri LHK Siti Nurbaya, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, dan Penanggung Jawab Paviliun Indonesia Agus Justianto pada Konferensi Perubahan Oklim COP27 UNFCCC di Sharm El Shikh, M
A A A
JAKARTA - Indonesia mengajak seluruh negara dan para pihak terkait agar bersama-sama membuat aksi yang lebih kuat mengendalikan perubahan iklim . Pesan ini disampaikan seiring penyelenggaraan konferensi perubahan iklim COP27 UNFCCC di Sharm El Sheik, Mesir, 6-18 November 2022.

Wakil Ketua MPR-RI Lestari Moerdijat mengatakan, semua pihak harus mengambil peran dalam pengendalian perubahan iklim. Menurut Lestari, perlu dilakukan aksi yang benar-benar bisa menyelesaikan masalah secara fundamental. Baca juga: Akuakultur dan Perubahan Iklim

“Bukan sekadar menyelesaikan gejalanya saja,” kata Lestari usai membuka Paviliun Indonesia dalam keterangannya, Minggu 6 November 2022.

Turut bersama Lestari, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Pada kesempatan itu, Lestari juga mengingatkan pentingnya untuk kembali kepada kearifan lokal yang telah terbukti mampu merawat bumi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan, Indonesia telah menyampaikan dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) ke Sekretariat UNFCCC sebagai bukti peningkatan komitmen Indonesia yang lebih kuat dalam upaya pengendalian perubahan iklim.

Berdasarkan dokumen tersebut, Indonesia meningkatkan target pengurangan emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 dari 29% menjadi 31,89% dengan upaya sendiri atau dari 41% menjadi 43,20% dengan dukungan Internasional.

Indonesia menjadi salah satu dari 38 negara yang sudah menyampaikan Enhanced NDC dari sekitar 190-an Negara dalam konvensi UNFCCC. Peningkatan ambisi mitigasi, adaptasi, perubahan iklim dan sarana implementasinya sesungguhnya merupakan kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan COP26 tahun lalu.

“Kami mengajak semua negara untuk bekerja sama untuk menyelamatkan bumi,” seru Menteri Siti.

Dokumen Enhanced NDC selaras dengan dokumen Long Term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience (LTSLCCR) 2050 dengan visi mencapai net zero emisi GRK pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Sektor kehutanan dan penggunaan lahan (FOLU) akan menjadi penyokong utama pencapaian target pengurangan emisi Indonesia. “Setelah dilakukan analisis mendalam, kami yakin bahwa sektor kehutanan bisa mencapai net sink pada tahun 2030,” katanya.

Siti Nurbaya menjelaskan, agenda Indonesia FOLU Net Sink 2030 akan dicapai melalui pengurangan deforestasi, konservasi dan pengelolaan hutan lestari, perlindungan dan restorasi gambut dan mangrove, dan peningkatan penyerapan GRK melalui aforestasi dan reforestasi.



Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan, perubahan iklim mengancam wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia. Pihaknya siap untuk bersama-sama KLHK dan para pihak lain untuk melakukan aksi-aksi pengendalian perubahan iklim.

Penanggung Jawab Paviliun Indonesia Agus Justianto melaporkan, Paviliun Indonesia merupakan soft diplomacy Indonesia dalam mendukung negosiasi di meja perundingan konvensi pengendalian perubahan iklim global.

Paviliun Indonesia mengambil tema Stronger Climate Actions Together yang merefleksikan misi dan berbagai hal yang diperjuangkan delegasi RI. Tema ini sesuai dengan tujuan Nomor 13 Pembangunan Berkelanjutan (SDG), Paviliun Indonesia akan menggelar 64 sesi diskusi panel dan menghadirkan 283 pembicara.

Diskusi panel akan membahas berbagai isu dari berbagai perspektif mulai dari pemerintah, masyarakat, CSO, dan pelaku usaha. Baca juga: BMKG Sebut Perubahan Iklim Makin Mengkhawatirkan

"Kami juga akan menyelenggarakan beberapa sesi High Level dimana tokoh-tokoh dari berbagai Negara dan organisasi Internasional akan menjadi pembicara,” tutup Agus.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
HNW: Revitalisasi OKI...
HNW: Revitalisasi OKI Sangat Penting untuk Kemerdekaan Palestina dan Pembebasan Masjid Al-Aqsa
Hari Seni Sedunia, Ibas...
Hari Seni Sedunia, Ibas Dorong Penguatan Seni Budaya Kreatif
MPR Kecam UU Hukuman...
MPR Kecam UU Hukuman Mati Israel Targetkan Tawanan Palestina: Pelanggaran HAM
Wakil Ketua MPR Tegaskan...
Wakil Ketua MPR Tegaskan Peran Strategis Santri untuk Negeri
MPR Soroti Sound Horeg...
MPR Soroti Sound Horeg dan Penari Seksi Iringi SOTR di Jombang: Tak Sesuai Prinsip Berpuasa
Jannah Firdaus Bantu...
Jannah Firdaus Bantu Ratusan Jemaah Gagal Berangkat Umrah
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Rekomendasi
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved