Muktamar ke-48, Ketua PP Muhammadiyah Soroti Isu Ketahanan Keluarga
Minggu, 06 November 2022 - 04:43 WIB
loading...
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan, isu ketahanan keluarga menjadi sorotan dalam Muktamar ke-48 Muhammadiyah. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Jelang Muktamar ke-48 di Surakarta, salah satu masalah yang menjadi perhatian Muhammadiyah adalah bagaimana memperkuat ketahanan keluarga. Hal ini dinilainya penting lantaran melihat pergeseran kedudukan fungsi dari keluarga sebagai lembaga pendidikan sosial, sosial, dan agama.
"Ini terlihat dari tingginya angka perceraian khususnya di kalangan keluarga muda, juga seringnya terjadi praktik kekerasan dalam rumah tangga, adanya gejala di mana sebagian anggota masyarakat lebih memilih tidak berkeluarga dari pada berkeluarga dan juga maraknya pernikahan siri atau pernikahan yang tidak tercatat di KUA dan lain-lain," kata Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Sabtu (5/11/2022).
Hal tersebut tentu tidak boleh dibiarkan, sebabkalau hal ini tidak teratasi maka akan sulit bagi setiap masyarakat Indonesia untuk membangun generasi bangsa ke depannya. "Oleh karena itu bagi kebaikan bangsa kita ke depannya maka Muhammadiyah melihat persoalan penguatan ketahanan keluarga ini merupakan agenda kebangsaan yang penting dan strategis," tuturnya.
Baca juga: Muktamar Muhammadiyah Digelar 2 Babak Bahas Isu Keumatan, Kebangsaan, dan Kemanusiaan
Muhammadiyah mengajak pemerintah, organisasi sosial keagamaan, dan semua pihak agar memberi perhatian lebih terhadap persoalan ketahanan keluarga melalui pembinaan agama, pendidikan, konsultasi keluarga, advokasi hingga pendampingan sosial.
"Ini terlihat dari tingginya angka perceraian khususnya di kalangan keluarga muda, juga seringnya terjadi praktik kekerasan dalam rumah tangga, adanya gejala di mana sebagian anggota masyarakat lebih memilih tidak berkeluarga dari pada berkeluarga dan juga maraknya pernikahan siri atau pernikahan yang tidak tercatat di KUA dan lain-lain," kata Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Sabtu (5/11/2022).
Hal tersebut tentu tidak boleh dibiarkan, sebabkalau hal ini tidak teratasi maka akan sulit bagi setiap masyarakat Indonesia untuk membangun generasi bangsa ke depannya. "Oleh karena itu bagi kebaikan bangsa kita ke depannya maka Muhammadiyah melihat persoalan penguatan ketahanan keluarga ini merupakan agenda kebangsaan yang penting dan strategis," tuturnya.
Baca juga: Muktamar Muhammadiyah Digelar 2 Babak Bahas Isu Keumatan, Kebangsaan, dan Kemanusiaan
Muhammadiyah mengajak pemerintah, organisasi sosial keagamaan, dan semua pihak agar memberi perhatian lebih terhadap persoalan ketahanan keluarga melalui pembinaan agama, pendidikan, konsultasi keluarga, advokasi hingga pendampingan sosial.
Lihat Juga :