Bibit Siklon Tropis 93S Terpantau di Barat Daya Bengkulu, BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem
Jum'at, 04 November 2022 - 14:32 WIB
loading...
BMKG menyebut bibit siklon tropis 93S terpantau di Barat Daya Bengkulu dan meminta masyarakat mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) melaporkan saat ini, Bibit Siklon Tropis 93S terbentuk di Samudera Hindia sebelah barat daya Bengkulu. Tepatnya, di 9.6 LS dan 92.4 BT dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knots (55 km/jam) dan tekanan udara minimum di pusatnya sekitar 1003 hPa.
“Sistem Bibit Siklon 93S bergerak ke arah Barat Daya-Barat menjauhi wilayah Indonesia dengan kemungkinan untuk berkembang menjadi sistem siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori sedang,” ungkap Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, Jumat (4/11/2022).
Guswanto mengatakan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan dari keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S ini terhadap kondisi cuaca di Indonesia adalah adanya tinggi gelombang 1.25 - 2.5 meter (Moderate) di perairan timur Kepulauan Simeulue hingga Kepulauan. Mentawai, perairan barat Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, dan Selat Sunda bagian Selatan.
Baca juga: Antisipasi Gelombang Tinggi hingga 2 November, BMKG Minta Nelayan Waspada
Sementara itu, tinggi gelombang 2.5 - 4.0 meter (Rough Sea) berpotensi terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, Perairan barat Kep.Simeulue hingga Kep.Mentawai, Perairan barat P.Enggano – Bengkulu, Samudera Hindia barat Sumatera, dan Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat.
“Sistem Bibit Siklon 93S bergerak ke arah Barat Daya-Barat menjauhi wilayah Indonesia dengan kemungkinan untuk berkembang menjadi sistem siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori sedang,” ungkap Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, Jumat (4/11/2022).
Guswanto mengatakan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan dari keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S ini terhadap kondisi cuaca di Indonesia adalah adanya tinggi gelombang 1.25 - 2.5 meter (Moderate) di perairan timur Kepulauan Simeulue hingga Kepulauan. Mentawai, perairan barat Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, dan Selat Sunda bagian Selatan.
Baca juga: Antisipasi Gelombang Tinggi hingga 2 November, BMKG Minta Nelayan Waspada
Sementara itu, tinggi gelombang 2.5 - 4.0 meter (Rough Sea) berpotensi terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, Perairan barat Kep.Simeulue hingga Kep.Mentawai, Perairan barat P.Enggano – Bengkulu, Samudera Hindia barat Sumatera, dan Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat.
Lihat Juga :