Kagumi Van Gogh, Denny JA Populerkan Melukis Esai dengan Artificial Inteligence
Jum'at, 04 November 2022 - 09:55 WIB
loading...
Denny JA mempopulerkan genre baru melukis dengan artificial inteligence. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Setelah berhasil mempelopori profesi konsultan politik di Indonesia, juga tradisi baru puisi esai, kini Denny JA merambah dunia lukis dengan mempopulerkan genre baru lukisan esai berupa melukis dengan Artificial Inteligence (AI).
Sebanyak 15 lukisan esai hasil karya Denny JA dengan tema Cinta Ilahi, dipajang saat LSI Denny JA menyelenggarakan konferensi pers soal politik dan agama pada Selasa, 1 November 2022. Untuk kali pertama serial lukisan esainya dilihat publik.
Denny JA mengaku sudah sejak lama menggandrungi Van Gogh. Bahkan, saat bersekolah di Amerika Serikat, Denny mencari poster lukisannya di berbagai toko seni.
Baca juga: Survei LSI Denny JA: Perkara Ferdy Sambo Jadi Kasus Paling Dramatis di 2022
“Saya menyenangi gaya lukisan Van Gogh yang sering disebut dengan genre ekspresionisme. Dalam gaya ini yang dilukis tak hanya realitas fisik sebuah obyek tapi juga emosinya, gairahnya, gejolak batinnya,” ucapnya, Jumat (4/11/2022).
Pada tahun ini, Denny JA mengaku banyak berkenalan dengan aplikasi lukisan dengan bantuan artificial inteligence. Dengan keterampilan teknis melukis yang elementer. Sejauh memiliki konsep yang kuat, gabungan beberapa aplikasi lukisan itu dapat membantu.
Baca juga: Denny JA Ingin Satupena Berperan Menjadikan Indonesia sebagai Negara Literasi
Sebanyak 15 lukisan esai hasil karya Denny JA dengan tema Cinta Ilahi, dipajang saat LSI Denny JA menyelenggarakan konferensi pers soal politik dan agama pada Selasa, 1 November 2022. Untuk kali pertama serial lukisan esainya dilihat publik.
Denny JA mengaku sudah sejak lama menggandrungi Van Gogh. Bahkan, saat bersekolah di Amerika Serikat, Denny mencari poster lukisannya di berbagai toko seni.
Baca juga: Survei LSI Denny JA: Perkara Ferdy Sambo Jadi Kasus Paling Dramatis di 2022
“Saya menyenangi gaya lukisan Van Gogh yang sering disebut dengan genre ekspresionisme. Dalam gaya ini yang dilukis tak hanya realitas fisik sebuah obyek tapi juga emosinya, gairahnya, gejolak batinnya,” ucapnya, Jumat (4/11/2022).
Pada tahun ini, Denny JA mengaku banyak berkenalan dengan aplikasi lukisan dengan bantuan artificial inteligence. Dengan keterampilan teknis melukis yang elementer. Sejauh memiliki konsep yang kuat, gabungan beberapa aplikasi lukisan itu dapat membantu.
Baca juga: Denny JA Ingin Satupena Berperan Menjadikan Indonesia sebagai Negara Literasi
Lihat Juga :