Survei DPI: Elektabilitas Airlangga Terus Naik, Capres Potensial dari KIB
Jum'at, 04 November 2022 - 02:29 WIB
loading...
A
A
A
Terkait posisi Airlangga yang menggeser AHY pada simulasi 10 nama, Nastain menyebutkan hal itu karena responden lebih banyak mengenal Airlangga yang tak hanya sebagai ketua umum parpol, melainkan juga sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Baca juga: Disebut Punya Jam Terbang Tinggi, Pengamat: Ketum Golkar Airlangga Hartarto Raih Restu Jokowi
"Meski tidak banyak melakukan manuver dan sosialisasi, seperti pemasangan alat peraga kampanye belakangan ini, namun karena posisi Airlangga sebagai menteri, tentu publik lebih mengenal dan menilai kinerjanya, dibandingkan AHY yang hanya ketua parpol," katanya.
Masih menurut Nastain, Airlangga memiliki potensi yang cukup besar untuk terus meningkatkan elektabilitas, sehingga berpeluang menjadi capres potensial dari Partai Golkar. "Kerja-kerja politik yang dilakukan secara masif akan sangat berdampak pada kenaikan elektabilitas Airlangga," pungkasnya.
Survei nasional ini mengambil sampel tersebar secara proporsional di 34 provinsi dengan 1.200 responden. Metode pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 1.200 responden yang dipilih menggunakan multistage random sampling (metode acak bertingkat). Margin of error survei ini kurang lebihnya 3persen, dengan tingkat kepercayaan 93 persen.
Baca juga: Disebut Punya Jam Terbang Tinggi, Pengamat: Ketum Golkar Airlangga Hartarto Raih Restu Jokowi
"Meski tidak banyak melakukan manuver dan sosialisasi, seperti pemasangan alat peraga kampanye belakangan ini, namun karena posisi Airlangga sebagai menteri, tentu publik lebih mengenal dan menilai kinerjanya, dibandingkan AHY yang hanya ketua parpol," katanya.
Masih menurut Nastain, Airlangga memiliki potensi yang cukup besar untuk terus meningkatkan elektabilitas, sehingga berpeluang menjadi capres potensial dari Partai Golkar. "Kerja-kerja politik yang dilakukan secara masif akan sangat berdampak pada kenaikan elektabilitas Airlangga," pungkasnya.
Survei nasional ini mengambil sampel tersebar secara proporsional di 34 provinsi dengan 1.200 responden. Metode pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 1.200 responden yang dipilih menggunakan multistage random sampling (metode acak bertingkat). Margin of error survei ini kurang lebihnya 3persen, dengan tingkat kepercayaan 93 persen.
(thm)
Lihat Juga :