Disanksi PDIP soal Dewan Kolonel, Johan Budi: Salah Saya Apa?
Selasa, 01 November 2022 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, Johan mempersilakan media untuk menanyakan langsung ke Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto soal sanksi teguran. Yang pasti, ia pun mempertanyakan pelanggaran AD/ART PDIP yang mana, karena Dewan Kolonel ini hanya kader biasa yang ingin membantu Puan Maharani untuk mensosialisasikan ke bawah.
“Silahkan tanya ke Pak Sekjen masalahnya apa. Pelanggaran ADRT? Dari mana gitu, tanya aja, saya hanya kader biasa dari fraksi PDIP di DPR kemudian ingin membantu Mba Puan Maharani yang juga Ketua DPR RI kita untuk mensosialisasikan ke bawah. Sambil ya tentu untuk warga juga,” paparnya.
Johan Budi pun menegaskan bahwa Dewan Kolonel bukan organisasi, yang membentuk bukan PDIP maupun Fraksi PDIP. Keberadaan Bambang Wuryanto yang juga Sekretaris Fraksi PDIP DPR dalam Dewan Kolonel karena memang kebetulan saja. Dewan Kolonel ini memang ridak bisa dikaitkan dengan AD/ART PDIP karena memang tidak diatur di sana.
“Tentu enggak bisa dikaitkan sama AD/ART enggak ada di Kumham (Kemenkumham) pak Dewan Kolonel, enggak ada,” tegasnya.
Terkait keberadaan posko, dia menjelaskan bahwa keberadaan posko itu memang ada tapi tidak membuktikan bahwa Dewan Kolonel adalah organisasi. Sayangnya, posko ini sudah terlanjur mandek karena sudah kadung ramai di pemberitaan. “(Posko) Belum aktif sudah rame jadi mendelep (mandek),” ungkapnya.
“Kita siapkan rencananya itu buat apa, posko buat kita rapat-rapat bagaimana mensosialisasikan mbak Puan. Tanpa menyinggung yang lain enggak ada itu,” tandas Johan Budi.
“Silahkan tanya ke Pak Sekjen masalahnya apa. Pelanggaran ADRT? Dari mana gitu, tanya aja, saya hanya kader biasa dari fraksi PDIP di DPR kemudian ingin membantu Mba Puan Maharani yang juga Ketua DPR RI kita untuk mensosialisasikan ke bawah. Sambil ya tentu untuk warga juga,” paparnya.
Johan Budi pun menegaskan bahwa Dewan Kolonel bukan organisasi, yang membentuk bukan PDIP maupun Fraksi PDIP. Keberadaan Bambang Wuryanto yang juga Sekretaris Fraksi PDIP DPR dalam Dewan Kolonel karena memang kebetulan saja. Dewan Kolonel ini memang ridak bisa dikaitkan dengan AD/ART PDIP karena memang tidak diatur di sana.
“Tentu enggak bisa dikaitkan sama AD/ART enggak ada di Kumham (Kemenkumham) pak Dewan Kolonel, enggak ada,” tegasnya.
Terkait keberadaan posko, dia menjelaskan bahwa keberadaan posko itu memang ada tapi tidak membuktikan bahwa Dewan Kolonel adalah organisasi. Sayangnya, posko ini sudah terlanjur mandek karena sudah kadung ramai di pemberitaan. “(Posko) Belum aktif sudah rame jadi mendelep (mandek),” ungkapnya.
“Kita siapkan rencananya itu buat apa, posko buat kita rapat-rapat bagaimana mensosialisasikan mbak Puan. Tanpa menyinggung yang lain enggak ada itu,” tandas Johan Budi.
(muh)
Lihat Juga :