Menindaklanjuti Kasus Gagal Ginjal Akut

Senin, 31 Oktober 2022 - 17:51 WIB
loading...
A A A
Kendati sudah ada harapan masalah terselesaikan, perhatian terhadap kasus ini hendaknya tidak serta merta berhenti. Hal yang harus dibongkar sekarang, mengapa perusahaan farmasi bisa begitu teledor menggunakan senyawa berbahaya dan dengan kadar melampaui ambangbatas aman hingga berdampak sangat fatal? Bukan hanya itu, siapa pun yang terkait munculnya kasus tersebut harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito telah melaporkan secara pidana dua perusahaan farmasi yang mengedarkan produk obat sirop tercemar senyawa EG dan DEG. Parahnya, kadar senyawa tersebutsangat tinggi hingga menjadi sangat toksik dan mengakibatkan gagal ginjal akut. BPOM pun sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan telah melakukan penyidikan untuk perkara pidananya. BPOM tidak menyebut dua perusahaan dimaksud, tapi publik sudah mafhum ada perusahaan farmasi yang merilis obat yang kini telah dilarang tersebut.

Dugaan sementara, dua perusahaan farmasi itu menggunakan senyawa EG dan DEG yang sangat berbahaya akibat kelangkaan bahan zat pelarut atau polietilen glikol yang dinilai aman digunakan. Namun, BPOM menggariskan, setiap industri farmasi harus melaporkan perubahan bahan baku pembuatan obat. Pasalnya, perubahan spesifikasi bahan baku obat harus memenuhi persyaratan dan menjalani mendapatkancertificate of analysis(COA). COA merupakan dokumen yang menyatakan suatu produk telah diuji di laboratorium.

Di sisi lain, BPOM harus mengevaluasi sistem pengawasan obat-obatan, dari bahan baku yang digunakan hingga obat yang beredar di pasaran. Fakta yang terjadi pada kasus gagal ginjal akut pada anak mengindikasikan adanya titik lemah pengawasan sehingga pihak perusahaan farmasi berani merilis obat yang belum mendapatkan sertifikasi COA. Bisa jadi kelemahan inilah yang dimanfaatkan perusahaaan yang tidak tertib aturan.

Bukan hanya terkait kasus gagal ginjal akut, peningkatan kapasitas pengawasan juga harus dilakukan lebih intensif hingga BPOM bisa merespons lebih dini peredaran obat-obatan, makanan, hingga kosmetik yang berbahaya. Terutama, di jajanan yang banyak beredar di sekolah-sekolah. Sejauh ini BPOM hanya terlihat proaktif saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hanya dengan progresivitas BPOM, di kemudian hari tidak muncul lagi ledakan kasus seperti gagal ginjal akut pada anak.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
BPOM: Isu Wajib Apoteker...
BPOM: Isu Wajib Apoteker di Minimarket Hoaks, yang Diatur Pengelolaan Obatnya
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
Jamu Aman Bebas Bahan...
Jamu Aman Bebas Bahan Kimia Obat Jadi Kunci Jaga Warisan Budaya Indonesia
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Rekomendasi
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved