Tak Direstui Ayah Masuk TNI, Luhut Akui Hidupnya Selalu Menderita selama Jadi Tentara

Jum'at, 28 Oktober 2022 - 05:40 WIB
loading...
A A A
Keinginan kuat Luhut untuk berkarier di militer, selain karena kedatangan prajurit RPKAD di Pekanbaru juga karena adanya pengaruh dari kehidupan ayahnya Bonar Pandjaitan yang sebelumnya pernah menjadi seorang tentara pejuang sebelum kemerdekaan. Namun, Bonar Pandjaitan memilih pensiun dini sebagai bentuk protes atas penurunan pangkatnya.

Akibat kebijakan rasionalisasi oleh pemerintah pusat, pascakemerdekaan 17 Agustus 1945, pangkat Bonar Pandjaitan diturunkan dari Letnan menjadi Pembantu Letnan Satu (Peltu). “Tentu saja Bapak tidak terima karena menurut Bapak, dirinya sudah melakukan banyak hal saat Revolusi. Akibatnya, Bapak kemudian mengundurkan diri sebagai Tentara Republik Indonesia. Padahal, saat keluar dari dinas tentara, Bapak tidak memiliki pekerjaan,” kenang Luhut.

Setelah tamat dari SMP, anak sulung dari lima bersaudara ini kemudian melanjutkan pendidikannya di SMA Kristen 1 Penabur di daerah Bandung, Jawa Barat. Ketika itu, pamannya menyarankan agar Luhut masuk Akademi Militer Nasional (AMN) kini bernama Akademi Militer (Akmil) jika ingin menjadi seorang tentara. Lulus dari SMA, Luhut kemudian mendaftar di Akmil dengan tujuan agar diterima menjadi anggota RPKAD.

Kerja keras Luhut membuahkan hasil, dia diterima di Akmil pada 1967. Sayangnya, masuknya Luhut di Akmil tidak sesuai dengan cita-cita ayahnya. ”Karena bagi orang Batak saat itu, jika ingin melanjutkan sekolah ke jenjang universitas hanya ada satu lembaga pendidikan tinggi yang mereka akui yakni, ITB (Institut Teknologi Bandung). Di luar itu dianggap tidak bersekolah,” ucap Luhut.

Kartini Pandjaitan mengakui, jika ayahnya sangat menginginkan Luhut menjadi seorang dokter atau insinyur dan bukan menjadi tentara. “Padahal, Bapak ingin sekali Bang Luhut menjadi insinyur atau dokter,” tutur Kartini.

Meski tidak sesuai keinginan ayahnya, Luhut tetap bersikeras untuk terjun ke dunia militer. Dari situlah Luhut mulai merasakan penderitaan. Bahkan Luhut mengakui, sejak di Akmil hingga menjadi tentara dia merasa hidupnya terus menderita. Hal inilah yang kelak menjadi alasan kuat Luhut tidak mengizinkan anaknya menjadi seorang tentara. Sebab, Luhut tak ingin melihat anaknya mengalami kesusahan seperti yang dialaminya saat menjadi tentara.

Kekecewaan itu muncul lantaran seberapa pun keras Luhut bekerja dan seberapa hebat pun dia berprestasi namun Luhut tidak pernah mencapai puncak karier di lingkungan TNI. Tidak pernah menjadi Kasdam, tidak pernah menjadi Pangdam, Danjen Kopassus, tidak juga menjadi KSAD. Apalagi menjadi Panglima TNI.

Padahal Luhut yakin dan merasa memiliki kualifikasi, persyaratan, jasa, penghargaan dan prestasi serta jenjang kepangkatan untuk bisa menduduki semua tingkatan dan jabatan itu. “Tapi inilah hidup, kita tidak pernah tahu apa yang digariskan oleh Alam untuk kita,” ucap pria yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves).

Anak Emas Benny Moerdani

Meski dikenal cerdas dan berprestasi, sayangnya karier militer Luhut tidak cukup cemerlang. Hal itu lantaran Luhut dianggap sebagai anak emas Panglima ABRI (Pangab) yang kala itu dijabat Jenderal TNI Leonardus Benjamin Moerdani atau dikenal dengan sebutan Benny Moerdani.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TNI AD Bentuk Tim Investigasi...
TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
1 Prajurit Tewas dan...
1 Prajurit Tewas dan 6 Orang Terluka Akibat Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
BNPP dan Pemkab Kepulauan...
BNPP dan Pemkab Kepulauan Meranti Percepat Pemerataan Pembangunan Kawasan Perbatasan
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Berita Terkini
Kenapa Febrie Adriansyah...
Kenapa Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK? Kejagung Ungkap Alasannya
Presiden PKS: Olahraga...
Presiden PKS: Olahraga Jadi Jembatan Pembangunan Mental Generasi Muda
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Putusan MK Baru Langkah...
Putusan MK Baru Langkah Awal, IAW Dorong Restitusi Historis Kuota Internet Hangus
Menkum Supratman: Tarif...
Menkum Supratman: Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved