GMNI Kubu Imanuel-Sujahri Sebut Rapimnas di Ancol Sah
Selasa, 25 Oktober 2022 - 11:48 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi tak ada alasan untuk menyebut kegiatan yang dilaksanakan oleh GMNI di bawah kepemimpinan Imanuel-Sujahri adalah sesuatu yang ilegal," ungkapnya.
Dia menyayangkan ketika DPC/DPD GMNI menghadiri rapimnas mendorong upaya persatuan, pihak Arjuna-Dendi justru berperilaku sebaliknya. "Apakah ini pertanda bahwa Arjuna-Dendi hanya berorientasi pada kekuasaan, tanpa memikirkan kepentingan organisasi yang lebih besar. Kami sangat menyesalkan sikap ini, yang menurut saya, tak layak untuk dicontoh sebagai seorang pemimpin organisasi," imbuhnya.
Dia menilai pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak Arjuna-Dendi sebagai reaksi kepanikan atas keberhasilan pihak Imanuel-Sujahri melaksanakan rapimnas di Ancol. Sebab, kata dia, rapimnas di Ancol dihadiri ratusan DPC/DPD GMNI se-Indonesia.
“Menurut kami, saat ini kubu Arjuna-Dendi sedang galau melihat kesuksesan acara rapimnas di Ancol kemarin dan mungkin akan latah melaksanakan acara rapimnas dalam waktu dekat untuk menutupi kegagalan mereka," ungkapnya.
Dia menegaskan bahwa rapimnas di Ancol hanya melaksanakan keputusan kongres untuk memperkuat kaderisasi, organisasi, dan ideologi. “Justru, Arjuna-Dendilah yang bermain politik praktis saat mendukung Fandi Utomo sebagai calon Wali Kota Surabaya dengan mengatasnamakan GMNI. Ini ibarat, maling teriak maling," pungkasnya.
Dia menyayangkan ketika DPC/DPD GMNI menghadiri rapimnas mendorong upaya persatuan, pihak Arjuna-Dendi justru berperilaku sebaliknya. "Apakah ini pertanda bahwa Arjuna-Dendi hanya berorientasi pada kekuasaan, tanpa memikirkan kepentingan organisasi yang lebih besar. Kami sangat menyesalkan sikap ini, yang menurut saya, tak layak untuk dicontoh sebagai seorang pemimpin organisasi," imbuhnya.
Dia menilai pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak Arjuna-Dendi sebagai reaksi kepanikan atas keberhasilan pihak Imanuel-Sujahri melaksanakan rapimnas di Ancol. Sebab, kata dia, rapimnas di Ancol dihadiri ratusan DPC/DPD GMNI se-Indonesia.
“Menurut kami, saat ini kubu Arjuna-Dendi sedang galau melihat kesuksesan acara rapimnas di Ancol kemarin dan mungkin akan latah melaksanakan acara rapimnas dalam waktu dekat untuk menutupi kegagalan mereka," ungkapnya.
Dia menegaskan bahwa rapimnas di Ancol hanya melaksanakan keputusan kongres untuk memperkuat kaderisasi, organisasi, dan ideologi. “Justru, Arjuna-Dendilah yang bermain politik praktis saat mendukung Fandi Utomo sebagai calon Wali Kota Surabaya dengan mengatasnamakan GMNI. Ini ibarat, maling teriak maling," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :