Puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2022, Kemenag Gelar Shalawat Kebangsaan

Senin, 24 Oktober 2022 - 14:33 WIB
loading...
Puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2022, Kemenag Gelar Shalawat Kebangsaan
Kementerian Agama menggelar Shalawat Kebangsaan di Jiexpo Kemayoran, Jakarta pada Sabtu (22/10/2022).
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama menggelar Shalawat Kebangsaan di Jiexpo Kemayoran, Jakarta pada Sabtu (22/10/2022).

Acara ini dihelat sebagai puncak peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober. Acara Shalawat Kebangsaan kali ini mengambil tema 'Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan'.

Melalui tema tersebut, diharapkan santri dapat selalu menjaga dan mengedepankan nilai-nilai agama, serta terlibat secara aktif di dunia pendidikan, sosial, ekonomi, dan ilmu pengetahuan.

Ribuan santri dari berbagai daerah, serta masyarakat umum turut hadir dan memeriahkan puncak perayaan Hari Santri Nasional 2022. Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas menceritakan kilas balik sejarah diperingatinya Hari Santri. "Perayaan Hari Santri dilakukan untuk mengingat perjuangan para santri terdahulu," ujarnya.

Selain Menag Yaqut, turut hadir sederet pejabat tinggi negara, seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Anas, serta Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi.

Shalawat Kebangsaan dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Fatma Mutiah, Qoriah asal Sumatra Utara. Lantunan selawat dipimpin Gus Azmi, dari grup Hadrah Syubbanul Muslimin. Kemudian, dilanjutkan denga tausiyah dari Ustazah Mumpuni Handayayekti, serta KH Anwar Zahid.

Tak lupa, ada pula penampilan pantun lagu dari Lebah Begantong yang turut memeriahkan acara malam itu. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur mengatakan bahwa Hari Santri tahun ini, sesuai dengan temanya, ingin memberi pesan kuat, yaitu santri tidak boleh terpuruk.

Menurutnya, santri punya tanggung jawab besar untuk menjaga martabat kemanusiaan kapan pun, dimana pun, serta di situasi apa pun. “Tidak boleh kemudian putus asa, misalnya saat Covid-19 kemarin, ke depannya mungkin tantangan akan lebih berat. Karena itu, kita kuatkan bahwa santri tetap berdaya,” ucapnya.

Seperti diketahui, tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Keputusan ini berjalan sejak ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.
(ars)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2917 seconds (11.252#12.26)