Ketua DPP PPP Apresiasi Jenderal Dudung Bangun Wawasan Kebangsaan di Kalangan Santri

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 17:07 WIB
loading...
Ketua DPP PPP Apresiasi...
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman bersilaturahmi ke Ponpes Dayah Darul Ihsan di Aceh.Foto/Dispenad
A A A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman dinilai sebagai jelmaan Jenderal Besar Sudirman masa kini. Sebab, Dudung dianggap dekat dengan semua kalangan, baik ulama, ustaz, santri dan masyarakat biasa.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syamsulrizal memberikan apresiasi kepada Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Menurutnya, Dudung terus berupaya membangkitkan semangat nasionalisme dan membangun wawasan kebangsaan kepada masayarakat, termasuk para santri. Hal itu dapat dilihat dari kunjungan Dudung ke sejumlah pesantren.

“Kita berayukur Pak Dudung berkenan hadir di pesantren, untuk memberikan semangat kebangsaan dan membangun wawasan kebangsaan, ini adalah sifat dari Jenderal Sudirman sejati,” ujar Syamsulrizal, Jumat (21/10/2022).

Baca juga: Fraksi PAN Dukung Kedekatan Jenderal Dudung dengan Pesantren dan Ulama

Menurut Syamsulrizal, hal yang dilakukan Jenderal Dudung kepada santri menunjukkan bahwa Jenderal Bintang Empat ini memahami betul tentang sejarah dan peranan santri dalam kemerdekaan Indonesia. Dengan begitu, wajar jika Dudung memberikan perhatian serius kepada pesantren dan santri dalam merawat dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. “Tapi, dalam persatuan dan kesatuan Indonesia kita tidak mengedepankan soal agama. Begitu juga soal toleransi dalam menyusun pembukaan UU 45,” katanya.

Baca juga: Pimpinan MPR Apresiasi Konsistensi Jenderal Dudung Jaga Kedekatan dengan Ulama

Syamsulrizal menambahkan kehadiran Dudung ke pesantren dan menemui ulama dan santri bukan berarti dia tidak menghormati yang lain. Sebagai pimpinan TNI, Dudung juga pasti memikirkan dan menghormati yang lain karena negara ini terdiri dari beragam suku, budaya dan agama.

“Jadi kunjungan Pak Dudung ke pesantren dalam rangka kekerabatan bersama-sama sebagai penghormatan dan memajukan Indonesia. Dengan demikian, para santri perlu juga diundang untuk menjadi TNI. Pak Dudung sudah mengupayakan merekrut santri jadi TNI. Bagus itu, perlu itu karena para santri itu juga akan menentukan garis masa depan bangsa. Persatuan dan kesatuan itu paling dikedepankan, jangan terpecah belah,” tambahnya.

Syamsulrizal berharap Jenderal Dudung tidak mendengarkan isu-isu yang mendiskreditkan pesantren. Sebaliknya, harus dibangun dialog dengan ulama, tokoh masyarakat, dan santri. “Yang penting kita bangun semangat kebangsaan, semangat nasionalisme para santri,” paparnya.

Dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara, anggota Komisi II DPR ini, meminta Jenderal Dudung merangkul semua kalangan. Sebab, memajukan negara ini ke arah yang lebih baik tidak bisa dibebankan hanya kepada TNI.

“Kalau yang namanya keamanan dan pertahanan negara siapa pun warga negaranya, mau Islam, tidak Islam harus memberikan optimalisasi pelayanan semaksimal mungkin untuk mewujudkan pertahanan negara ini. Setiap warga negara punya hak melakukan bela negara, itu wajib hukumnya. Jadi semua rakyat wajib menjadi bela negara Indonesia,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Kemandirian Santri Lewat Pelatihan Menjahit
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Kemenag Cabut Izin Ponpes...
Kemenag Cabut Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Buntut Kasus Pencabulan Santriwati
Laksdya TNI Hersan,...
Laksdya TNI Hersan, Mantan Ajudan Jokowi Berpeluang Besar Jadi KSAL
Bareskrim Polri Tetapkan...
Bareskrim Polri Tetapkan Ustaz Syekh Ahmad Misry Tersangka Dugaan Pelecehan Santri
Bidik Basis Santri Jawa...
Bidik Basis Santri Jawa Timur, Partai Perindo Resmi Lantik Cak Jaz sebagai Ketua DPW
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
LPSK Telusuri Jumlah...
LPSK Telusuri Jumlah Pasti Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
Rekomendasi
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
RCTI Rilis Sinetron...
RCTI Rilis Sinetron 'Terlanjur Mencintaimu', Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Siap Bikin Baper
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved