Ganjar Siap Nyapres, Direktur Trias Politika: Turunkan Sekoci Agar Tak Mubazir
Kamis, 20 Oktober 2022 - 01:06 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah yang juga politikus PDIP Ganjar Pranowo siap nyapres di 2024. Foto: Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Setelah Anies Baswedan dideklarasikan oleh Partai Nasdem sebagai capres resminya, dinamika politik di Tanah Air semakin bergulir kencang. Terbukti secara eksternal, mengemuka tuntutan agar partai yang dipimpin oleh Surya Paloh ini mundur dari kabinet dan koalisi-koalisi prapilpres yang sudah eksis, mulai mengakselerasi manuver politiknya.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS) Agung Baskoro mengatakan, tercatat Koalisi Indonesia Baru (KIB) mengumumkan bahwa paket capres-cawapres akan dirilis pada November 2022. Kemudian, kata dia, Koalisi Indonesia Raya rencananya pada akhir Oktober akan meresmikan Prabowo-Cak Imin sebagai kandidat yang diusung, dan terakhir Ganjar Pranowo (Ganjar), untuk pertama kalinya menyatakan kesediaannya maju sebagai capres. Baca juga: Dukungan Ganjar Nyapres Kian Kuat di Komunitas Nelayan Sulsel
“Soal Ganjar ini menarik. Karena selama ini dia (Ganjar) terkesan ‘nrimo’ dengan apa pun arahan yang telah digariskan partai kepadanya sebagai kader. Namun, ketika ia mendeklarasikan resmi dirinya sebagai capres, otomatis memberi ‘tekanan’ kepada Megawati sebagai Ketua Umum (Ketum) agar segera meresmikan kandidatnya,” kata Agung dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/10/2022).
Padahal di saat yang sama, kata dia, rekomendasi Rakernas PDIP menginstruksikan semua kader soal pencapresan menjadi hak prerogatif Ketum. Sehingga, kata dia, Puan Maharani (Puan) bisa menjalin komunikasi dengan mitra koalisi lainnya menimbang PDIP tak ingin maju sendiri di pilpres walaupun telah memenuhi presidential threshold.
“Realitas politik di internal tersebut diafirmasi oleh Hasto Kristiyanto, sekaligus mengumumkan bahwa capres PDIP akan dideklarasikan di bulan Juni 2023 atau bertepatan dengan Bulan Bung Karno,” katanya.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS) Agung Baskoro mengatakan, tercatat Koalisi Indonesia Baru (KIB) mengumumkan bahwa paket capres-cawapres akan dirilis pada November 2022. Kemudian, kata dia, Koalisi Indonesia Raya rencananya pada akhir Oktober akan meresmikan Prabowo-Cak Imin sebagai kandidat yang diusung, dan terakhir Ganjar Pranowo (Ganjar), untuk pertama kalinya menyatakan kesediaannya maju sebagai capres. Baca juga: Dukungan Ganjar Nyapres Kian Kuat di Komunitas Nelayan Sulsel
“Soal Ganjar ini menarik. Karena selama ini dia (Ganjar) terkesan ‘nrimo’ dengan apa pun arahan yang telah digariskan partai kepadanya sebagai kader. Namun, ketika ia mendeklarasikan resmi dirinya sebagai capres, otomatis memberi ‘tekanan’ kepada Megawati sebagai Ketua Umum (Ketum) agar segera meresmikan kandidatnya,” kata Agung dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/10/2022).
Padahal di saat yang sama, kata dia, rekomendasi Rakernas PDIP menginstruksikan semua kader soal pencapresan menjadi hak prerogatif Ketum. Sehingga, kata dia, Puan Maharani (Puan) bisa menjalin komunikasi dengan mitra koalisi lainnya menimbang PDIP tak ingin maju sendiri di pilpres walaupun telah memenuhi presidential threshold.
“Realitas politik di internal tersebut diafirmasi oleh Hasto Kristiyanto, sekaligus mengumumkan bahwa capres PDIP akan dideklarasikan di bulan Juni 2023 atau bertepatan dengan Bulan Bung Karno,” katanya.
Lihat Juga :